Tertua dan Paling Intens Syiar Islam

MAJELIS taklim di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang satu ini cukup ternama. Warga Kota Amuntai dan sekitarnya,

Tertua dan Paling Intens Syiar Islam
SERAMBI UMMAH/RATINO TAUFIK
Jemaah mengikuti pengajian di Majelis Taklim Al Ma’arif 

SERAMBIUMMAH.com, - Majelis taklim di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang satu ini cukup ternama. Warga Kota Amuntai dan sekitarnya, mengenalnya.

Al Ma’arif. Inilah nama majelis taklim itu, yang merupakan majelis taklim tertua di Kabupaten HSU. Majelis taklim ini memang telah berusia cukup tua, didirikan sejak tahun 1965 silam.

Di kawasan Banua Enam, majelis taklim itu menjadi satu-satunya mejelis taklim yang melaksanakan kegiatan syiar Islam secara intens. Tiap hari selalu ada kegiatan keagamaan yang dilakukan.

Kegiatan keagamaan dilaksanakan mulai pukul 07.30 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Hebatnya, tiap kegiataan keagamaan yang dilaksanakan selalu mendapat respon besar dari masyarakat. Tak heran, jumlah jemaah pengajian selalu membeludak.

Gedung Yayasan Al Ma’arif yang berada di Jalan Abdul Aziz di Kecamatan Amuntai Tengah itu pun selalu ramai dikunjungi masyarakat (jemaah). Mereka yang datang dari berbagai penjuru Amuntai dan sekitarnya yang datang untuk memperdalam ilmu Agama Islam.

Sejak pertama kali didirikan 49 tahun silam oleh H Nafiah, Mejelis Taklim Al Ma’arif selalu menggelar ceramah agama pada pagi hari, bukan pada sore atau malam hari.

Alasan pemilihan waktu pagi hari karena saat pagi otak manusia masih dalam kondisi fresh dan segar. Jadi, mudah menerima serta mencerna materi ilmu agama yang disampaikan oleh penceramah.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, materi ilmu agama yang disampaikan oleh penceramah tiap hari selalu disiarkan secara langsung melalui radio FM Al Ma’arif. Juga disiarkan oleh televisi kabel yang beroperasi di Kota Amuntai.

“Ceramah agama tidak hanya diikuti oleh jemaah yang hadir langsung di majelis taklim. Tapi masyarakat yang ada di rumah juga bisa menyaksikan melalui televisi atau mendengarkan melalui radio,” ungkap H Abdul Muin, pengurus harian Majelis Taklim Al Ma’arif.

Dikatakannya, penceramah agama yang memberikan materi selalu berganti-ganti tiap harinya. Materi ceramah yang disampaikan pun berbeda-beda sesuai dengan keilmuan agama yang dimiliki oleh ulama atau mualim yang memberikan materi.

Dengan banyaknya penceramah yang bertugas memberikan ceramah di majelis taklim ini, membuat masyarakat bisa dengan bebas menyesuaikan hari dan penceramah yang mereka anggap paling cocok.

Sejak pertama kali berdiri, sudah tak terhitung lagi jumlah ustad dan ulama yang menjadi penceramah tetap di mejelis taklim Ma’arif.

Saat ini, ulama yang rutin memberikan ceramah antara lain mualim Dr H Sabran Affandi (Minggu), mualim H Abdul Bari (Senin), Mualim H Akhmad Barkati (Selasa), mualim H Husaini (Rabu), mualin H Saukani (Kamis), mualim H Hamdan Chalid (Jumat) dan mualim H Masrani (Sabtu).

“Salah satu ulama yang pernah menjadi penceramah di sini adalah almarhum KH Abdul Karim, yang merupakan orangtua dari Bupati HSU saat ini H Abdul Wahid,” ungkap Abdul Muin. (ratino-roy)

Editor: Dheny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved