Cinta di Persimpangan Jalan

Seakan jika tak ada orang yang lewat di sana, cintaku akan biasa-biasa saja. Tanah yang penuh rerumputan itu terkadang

Cinta di Persimpangan Jalan
BPOST GROUP/DENY

Oleh: Junaidi Khab

JALAN yang penuh dengan reruntuhan daun-daun kering menjadi saksi cintaku. Liku-likunya menjadi penghias terjalnya kisah asmaraku. Simpang siur orang berjalan menambah gairah cintaku.

Seakan jika tak ada orang yang lewat di sana, cintaku akan biasa-biasa saja. Tanah yang penuh rerumputan itu terkadang diselimuti embun pagi yang kebetulan lewat di pagi hari. Jarak antarrumah warga dengan warga yang lainnya cukup berjauhan di jalan itu. Suasana lebih tenang dan nyaman bagi remaja seusiaku untuk melihat gadis yang telah meniduri palung hatiku.

Sejenak aku beranjak dari kursi belajar. Berdiri mengelus dagu yang tanpa bulu kedewasaan. Pikiranku melayang pada sosok gadis yang selalu kulihat di jalanan itu. Ingin rasanya mengulang kisah-kisah indah itu di balik sampah-sampah daun kering. Disaksikan rumput-rumput yang lembab oleh tusukan embun di pagi hari.

Sesekali aku memandangi buku di atas meja. Ingin rasanya bersenggama dengan pena yang lihai dan gemulai. Menorehkan perasaanku yang terbang di atas jalan. Jalan itu indah. Penuh tatapan-tatapan mata yang bening.

Santri-santri berlalu-lalang di pagi hari. Kadang membawa kitab. Kadang membawa ember di kepalanya berisi air tanpa dipegang.

Aku hanya tersipu malu ketika berangkat ke sekolah yang tak jauh pula dari jalan itu. Tapi di balik rasa maluku itu tersimpan beribu makna dan kenangan. Ingin rasanya jalan itu diperpanjang atau ditambah lagi di tempat lain yang menjadi santri-santri itu lewat dengan penuh kewibawaan.

Hasrat hanya tertanam dalam hati. Cintaku sudah mengembara di jalan itu. Ingin rasanya menyapa Melda sosok santri berwibawa dan familiar dengan masyarakat.

Ia juga serius. Hingga aku kadang tak mampu menyapa walau hanya satu huruf ketika bersalipan di jalan itu. Mungkin ini cinta yang aku miliki. Entah dengan dirinya. Tapi kuharap ia sama dengan gerak hatiku ke mana melangkah.\

***

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved