Cinta Prita

AKU memperhatikan anak semata wayangku itu dengan sudut mataku. Dari tadi siang Prita

Cinta Prita
BPOST GROUP/DENNY
Ilustrasi

Oleh: Rusinawati

AKU memperhatikan anak semata wayangku itu dengan sudut mataku. Dari tadi siang Prita menunjukkan gelagat yang berbeda.

Kadang-kadang aku merasa Prita memandangku lama, tapi saat aku balik memandangnya, dia malah menunduk dan tak mengatakan sepatah kata pun.

Saat aku pulang dari tempat kerja, Prita menyambutku di ambang pintu dengan wajah yang menurutku lebih gembira dari biasanya.

Aku mengelus rambut panjangnya dan mengucapkan terima kasih saat Prita mengambil sepatuku dan membantuku meletakkan sepatu ke tempatnya.

Selanjutnya Prita menuntun tanganku sambil bertanya, “Hari ini Mama sibuk gak?

Aku tersenyum mendengar pertanyaan Prita. Tumben Prita menanyakan hal tersebut kepadaku.

“Hmm.. biasanya kan juga Prita yang ga ada waktu buat Mama,” sahutku. “Hehehe…iya ya, Ma…” sahut Prita sambil tertawa kecil.

Gadis kecilku yang masih duduk di kelas 4 SD itu lumayan memiliki kegiatan yang padat. Les Matematika, les Bahasa Inggris, latihan silat, belajar mengaji, les menari, hampir setiap sorenya dihabiskan di luar rumah.

“Kenapa? Prita perlu sesuatu?” tanyaku.

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved