Kupas Masalah Kewanitaan

Taman masjid, taman umum, dan fasilitas publik lainnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar.

Kupas Masalah Kewanitaan
BPOST GROUP/NURHOLIS HUDA
PARA santriwati Ponpes Darul Hijrah Putri serius menyimak ilmu ke-Islaman yang disampaikan seorang ustadzah. 

SERAMBIUMMAH.COM - MENGGALI ilmu tak harus selalu di dalam ruangan atau gedung. Alam terbuka pun bisa menjadi pilihan yang justru menyenangkan karena bisa langsung berinteraksi dengan lingkungan.

Taman masjid, taman umum, dan fasilitas publik lainnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar. Pemandangan alam sekitar yang indah dan udara yang sejuk bisa menjadi daya tarik tersendiri sehingga aktivitas yang dilakukan bisa lebih fokus dan penuh semangat.

Aktivitas di alam terbuka seperti itulah yang selama ini kerap dilakukan sekelompok santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, di Desa Cindaialus RT 1, Kabupaten Banjar. Mereka memanfaatkan taman masjid setempat untuk belajar dan mengupas ilmu Agama Islam.

Mereka begitu bersemangat mendengarkan ilmu Agama Islam yang disampaikan ustadzah Yuliana Izudin, beberapa hari lalu. Itu bukan kegiatan formal sekolah, tapi merupakan kegiatan ekstrakurikuler.

Tak cuma sebatas mendengarkan, para santriwati itu juga aktif bertanya kepada ustadzah. Jika ada hal yang belum dipahami atau dimengerti, mereka tak sungkan bertanya.

Banyak hal yang dikupas pada kegiatan religius ekstrakurikuler itu. Beberapa hari lalu, mereka membahas sekaligus tanya jawab mengenai fiqih kewanitaan.

Sekelompok santriwati Ponpes  Darul Hijrah Putri tersebut sering melaksanakan kegiatan tersebut setelah salat ashar. Sekaligus memanfaatkan waktu luang menjelang tibanya waktu salat maghrib.

“Saya senang mengikuti kajian ke-Islaman ini. Wawasan jadi bertambah, seperti mengenai masalah kewanitaan dan lainnya. Misalnya, bagaimana berjilbab secara benar, bagimana harus beperilaku santun,” Hasanah, santriwati.

Manfaat lainnya, ia juga bisa lebih kenal dengan santri lainnya. Kegiatan itu juga sekaligus menopang materi ke-Islaman yang diperoleh di bangku sekolah formal.

Rata rata yang mengikuti kegiatan ekstra kajian ke-Islaman tentang kewanitaan itu adalah santriwati yang tergabung dalam Organisasi siswi Darul Hijrah (Osda).

Pembina Osda, Ustad Dainuri, Rabu (19/2) mengatakan, kegiatan itu merupakan kegiatan kajian wanita muslimah. Utamanya yang dibahas tentang isu/hal perempuan.

“Misal masalah yang berhubungan dengan topik keagamaan ibadah perempuan, cara bergaul, cara perpakaian yang muslimah seperti apa,” ujar Ustad Dainuri.

Kegiatan studi ke-Islaman itu dilaksanakan selesai kegiatan formal di sekolah tiap minggu. “Biasanya dilaksanakan seminggu sekali. Biasanya pada Selasa sore,” ujarnya. (nurholis huda-idda royani)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved