Edisi Cetak

Galakkan Cinta Zuriat Rasul

Keinginan H Zainal mendirikan majelis taklim sudah ada sejak lama. Namun hal itu baru terwujud November 2013 lalu.

Galakkan Cinta Zuriat Rasul
BPOST GROUP/PRAMITA KUSUMANINGRUM
MAULID Habsyi mengisi kegiatan di Majelis Taklim An-Noor. 

INGIN merangkul semua kalangan. Itulah yang diinginkan Pengasuh Majelis Taklim An-Noor, H Zainal Arifin. Majelis Taklim An-Noor ini bertempat dan berkegiatan di Jalan Aluh Idut No 42 Kandangan.

Keinginan H Zainal mendirikan majelis taklim sudah ada sejak lama. Namun hal itu baru terwujud November 2013 lalu. Keinginan itu dilatarabelakangi faktor umur dan ingin mendatangkan orang untuk berkumpul di rumahnya untuk sama-sama berselawat.

“Yang berceramah bukan saya, melainkan habib. Sebaik-sebaiknya ulama, lebih baik lagi habib. Karena habib merupakan zuriat langsung dari Rasulullah SAW,” ujarnya.

Menurut H Zainal, muslimin dan muslimat wajib berselawat setiap saat dalam lisan. Dalam tindakan, salah satu upayanya adalah mengundang habib sebagai penceramah.

“Hemat kami, jangan hanya ucapan melalui selawat, tetapi juga tindakan yaitu melalui majelis taklim,” ujarnya.

Habib yang menjadi pengisi ceramah adalah Habib Muhammad Noor atau biasa dipanggil Habib Mimi, dari Kandangan. “Habib Mimi tidak pernah absen berceramah di majelis kami,” ujarnya.

Tujuan penceramah dipilih para habib, kata H Zainal, karena pihaknya ingin menggalakkan gerakan cinta zuriat Rasulullah SAW. Dengan harapan masyarakat lebih mencintai Rasulullah SAW melalui habib, yang masih punya ikatan darah dengan Rasulullah SAW. “Masyarakat jangan semena-mena mencemoh habib,” ujarnya.

Pengurus lainnya, Suryani, mengatakan majelis Taklim An-Noor tidak mengharuskan para jemaahnya menafsirkan satu kitab tertentu seperti majelis-majelis lain. “Siapa pun atau masyarakat umum boleh mengikuti majelis ini,” ujarnya.

Selain ceramah ada juga serangkaian kegiatan lain di dalam majelis ini. Biasanya, sebelum Habib Mimi berceramah ada penampilan kelompok maulid habsyi yang ada di Kandangan. “Setelah ceramah pun, bila ada jemaah bertitip tahlil untuk keluarganya, kami juga  mempersilakannya,” ujarnya.

Suryani mengatakan, materi ceramah yang disampaikan Habib Mimi bersifat umum dan lebih banyak ke adab atau sopan santun kepada orangtua. “Atau bisa juga yang lagi hangat dibicarakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, majelis ini juga menyentuh orang-orang yang belum tersentuh kegiatan agama. “Bisa jadi yang tersentuh ingin bergabung tapi malu. Di sini kami membebaskannya, mereka bebas membaur bersama jemaah lain,” ujarnya.

Ceramah pun, kata lulusan Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini tidak terlalu lama. “Hanya 45 menit paling lama. Itu pun diselingi dengan guyonan-guyonan,” ujarnya. (pramita kusumaningrum-elpian)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved