Edisi Cetak

Sang Hero

TIADA pekerjaan yang lebih menyenangkan daripada menghabiskan waktu dengan teman-teman.

Sang Hero
BPOST GROUP/DENY
Ilustrasi

Oleh: Ali Makki

TIADA pekerjaan yang lebih menyenangkan daripada menghabiskan waktu dengan teman-teman. Sepanjang hari setelah sekolah. Ketika liburan, menunggu senja sambil berpetualang mendaki gunung sampai malam menjemput, begitu mengasyikkan.

Bercanda, ketawa dengan sepuasnya tidak ada yang melarang. Sesuka hati bertindak apa saja yang penting happy, bersuka ria, bahagia seorang diri.

Petualangan memang sangat mengesankan, ada hal yang selalu baru, banyak orang memanfaatkan kesempatan waktunya untuk berjalan ke tempat yang berbeda-beda. Selain sebagai refreshing, berpetualang juga dapat menambah ilmu pengetahuan yang tidak akan terlupan.

Sejak hobi petualangannya itu, Selvia sering tidur dalam keadaan kelelahan atau terlambat tidur. Ada hal yang menarik selepas petualang, kejadian-kejadian biasanya terbawa ke dalam mimpi yang melelahkan, serta tidak jarang menghantui berbagai keanehan yang membuatnya seram untuk kembali pada tempat di mana yang ia kunjungi.

“Ma, aku berangkat....” Dengan tergesa gesa Selvia menuju garasi, mengambil motor matik kesayangannya. Hari ini Selvia bangun terlambat. Tak sempat mandi, bahkan sarapan pagi. Padahal, mama Selvia paling tidak suka melihat anaknya sampai tidak sarapan.

Selvia sampai dihadapan gerbang sekolah yang masih terbuka sedikit, dia merasa lega karena berpikir tidak terlambat.

Dugaan Selvia salah besar. Setelah dia memarkir motornya, Pak Budi, guru BK Selvia, sudah ada di belakangnya. Kumis tebal, sorotan mata tajam, dan seringainya membuat guru itu selalu terlihat seram.

Itu sebabnya, pak Anton termasuk salah satu guru yang paling ditakuti oleh muridnya. “Kamu terlambat lagi! Segera masuk ruang BK.” Tanpa senyum sedikitpun, guru itu bicara dengan tegasnya, sehingga membuat dada Selvia berdebar-debar. Selvia langsung menuju ruang BK sambil berlari kecil.

Dengan tangan gemetar, Selvia membuka pintu itu. Di sana ada seorang pria tinggi tegap dan matanya menyipit melihat ke arahnya. Dalam hati bertanya-tanya. “Tiga tahun sekolah di sini, aku tidak pernah melihat pria ini. Siapa dia ya? Atau mungkin anak salah satu guru di sini yang memang sedang ada urusan.” Pikirnya.

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved