Edisi Cetak

Berantas Buta Huruf di Majelis

MAJELIS Taklim Darul Ulum yang berlokasi di Jalan A Yani km 93 Tapin biasa menggelar kegiatan berisi dua aktivitas.

Berantas Buta Huruf di Majelis
BANJARMASIN POST GROUP/IBRAHIM ASHABIRIN
IBU-IBU mengikuti pengajian di Majelis Taklim Darul Ulum, Tapin. 

MAJELIS Taklim Darul Ulum yang berlokasi di Jalan A Yani km 93 Tapin biasa menggelar kegiatan berisi dua aktivitas. Jemaah mendapat ceramah agama sekitar 30 menit, setelah itu belajar tajwid Alquran.

Majelis taklim khusus ibu-ibu ini berlangsung lima kali dalam seminggu yang berlangsung setelah Salat Asar. Pantauan Serambi Ummah di lokasi pengajian itu, ibu-ibu serius mengikuti ceramah agama, begitu juga saat belajar Alquran. Meskipun sudah dewasa malah ada yang lanjut usia, mereka tetap antusias menuntut ilmu agama.

Ketua Majelis Taklim Darul Ulum, Ustadz Sholihin SPdI, mengatakan majelis taklim tersebut baru berusia 8 bulan. Asal muasal didirikannya majelis taklim ini karena adanya gejala rendahnya pemahaman agama di desa tersebut, termasuk baca tulis Alquran.

“Karena adanya gejala ini, kami para remaja dan didukung masyarakat setempat mencoba mendirikan majelis taklim dan TK Alquran untuk santri cilik dan orang tua,” kata Sholihin.

Warga setempat pun antusias memasukkan anaknya di TK Alquran itu dan hingga sekarang muridnya sejumlah 98 orang dan ibu-ibu 75 orang.

“Ternyata memang benar, saat kami awal membuka TK Alquran, banyak anak-anak yang tidak bisa membaca Alquran. Berjalan delapan bulan ini, alhamdulillah banyak anak yang pintar membaca Alquran, ini sebuah kebanggan bagi kami,” jelas Ustadz Sholihin.

Begitu juga para kaum hawa, sebelumnya banyak tidak tahu membaca Alquran, sekarang sudah mulai pintar, malah sudah ada belasan perempuan yang sudah naik kelas yaitu ke tingkat Alquran, sebagian lagi di tingkat iqra.

“Ajaran Islam sangat menekankan umatnya menuntut ilmu, inilah yang terasa di TK/TPA/MT Darul Ulum, baik anak-anak maupun ibu-ibu bersemangat belajar Alquran dan belajar ilmu fikih,” jelas Sholihin.

Menurut Sholihin majelis taklim Darul Ulum ini menekankan pada pelajaran Alquran dan fikih karena ini yang mendesak diajarkan kepada warga. Misalnya tentang fikih tata cara berwudu, salat dan lain sebagainya. Sebab kebanyakan kita selama ini mengerjakan salat hanya ikut-ikutan. Belajar fikih salat ini sehingga kita tahu tata cara beribadah yang benar.

Dari pantauan Serambi Ummah ada yang menarik di majelis taklim yang menghimpun anak-anak dan ibu-ibu belajar agama, yaitu hanya menggunakan sebuah rumah, bukan di masjid atau musala.

Menurut Sholihin dirinya sangat bersyukur kepada Allah, sebab ada warga setempat yang mau rumahnya digunakan untuk tempat pendidikan Alquran dan majelis taklim.

Tidak hanya meminjamkan tempat, kata Sholihin, orang itu juga yang membayar gaji para ustadz di TK/Majelis Taklim Darul Ulum, bahkan baju seragam santri TK Alquran juga dibelikan oleh orang tersebut.

Ke depannya, kata Sholihin, TK/MT Darul Ulum akan mengembangkan pembelajaran membaca Alquran tilawah (berlagu) dan tahfiz (penghapal Alquran), sehingga di Tapin ini banyak melahirkan qari dan tahfiz.

“Mudah-mudahan dermawan tersebut beserta keluarganya selalu mendapat lindungan dan pahala yang besar dari Allah,” pungkas Sholihin. (ibrahim ashabirin - sofyar redhani)

Nama: TK/TPA/MT Darul Ulum
Alamat: Desa Pulaupinang, Binuang, Jalan A Yani km 93
Jumlah santri cilik: 98 orang
Santri dewasa: 75 orang
Ketua TK/MT: Sholihin SPdI

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved