Edisi cetak

Uji Kemampuan Murid Setiap Jumat

Keberadaan kelompok-kelompok keagamaan di daerah sangat membantu penyebaran syiar Islam

Uji Kemampuan Murid Setiap Jumat
BPost Group
TAMAN Kanak-kanak Al Muslimun, Desa Mandin, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. 

KEBERADAAN kelompok-kelompok keagamaan di daerah sangat membantu penyebaran syiar Islam dan pemberian pengajaran pendidikan di bidang keagamaan. Di antaranya dengan berdirinya taman pendidikan Alquran dan Taman Kanak-kanak Alquran.

Di Kotabaru, meski memiliki banyak keterbatasan dari segi sarana dan prasana, Taman Kanak-kanak Al Muslimun, Desa Mandin, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru tetap konsen dalam memberikan pelajaran kepada anak didik.

Sekolah milik Yayasan Al Muslimin itu didirikan sejak 2009. Jumlah anak didiknya sebanyak 25 orang, terdiri atas kelas A dan B. Sejak berdirinya sekolah hanya menggunakan dua ruang madrasah yang masih satu yayasan.

Meski demikian, belum setahun sekolah tersebut memiliki gedung baru yang serbaketerbatasan. Seperti ruang guru dan tidak adanya WC tak berpengaruh terhadap pelajaran standar anak TK pada umumnya.

Seperti pelajaran bernyanyi, menggambar, mewarna selain menjadi rutinitas. Untuk pendidikan agama Islam di TK Al Muslimun ini, jadi kegiatan yang utama.

Dian Susianti, guru pengajar di TK Al Muslimun, mengatakan pendidikan agama yang diajarkan kepada puluhan siswa, tidak hanya menyesuaikan visi dan misi Yayasan Al Muslimin yang didirikan almarhum KH Khusairin Imansyah.

Namun pendidikan agama Islam yang difokuskan kepada anak-anak TK di sekolah itu, sebagai pelajaran dasar untuk mengenal dan melafalkan serta membiasakan si anak dalam kesehariannya.

Menurut Dian, pelajaran itu antara lain membaca sahadat, istigfar dan ayat empat. Tak lupa pengetahuan lainnya seperti doa kepada ibu-bapak, doa sebelum belajar dan doa lainnya rutin dilakukan tiap Senin hingga Kamis.

Dia menambahkan, untuk mengukur kemampuan anak didik mereka dalam melafalkan pelajaran agama tersebut, pada Jumat dijadikan hari khusus menguji kemampuan mereka murid, termasuk dalam menghapal Asmaul Husna.

“Setiap Jumat kita selalu menguji kemampuan siswa. Rata-rata kalau siswa kelas B sudah terbiasa. Kecuali kelas A, mereka sudah mengenal tapi mengucapkannya saja yang masih terbata-bata,” jelas dia.

Untuk terus mendorong kemampuan mereka, kata Dian, selain pelajaran formal pihaknya setiap tahun melaksanakan lomba di tingkat internal siswa TK Al Muslimun.

“Lombanya membaca doa-doa dan pengetahuan agama yang selama ini diajarkan. Kalau mengikuti lomba di luar belum pernah,” ujarnya.

Kendati demikian, Dian tetap optimistis anak didiknya di TK Yayasan Al Muslimin yang sejak berdiri sudah meluluskan 50 orang lebih, itu bisa ikut berpartisipasi di momen terbuka.

Walau hanya dengan empat orang guru pengajar, terdiri atas dua guru PNS (termasuk kepala sekolah) dan dua orang guru honorer. (helriansyah - sofyar redhani)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved