Jadilah Muslim Paling Kuat

sikap menyerahkan urusan terhadap orang lain, maka ia tergolong orang yang mengangkat orang lain itu sebagai wakil

Jadilah Muslim Paling Kuat
dailymail.com
Muslim Inggris menunaikan Salat Jumat. Islam berkembang sangat pesat di negara Ratu Elizabeth tersebut.

SERAMBI UMMAH.COM - SESUNGGUHNYA penyebab lemahnya mental seorang Muslim bukan pada rendahnya tingkat pendidikan atau pun minimnya pengalaman hidup, tetapi tipisnya rasa tawakkal kepada Allah Ta’ala.

Imam Ghazali mengatakan, sikap menyerahkan urusan terhadap orang lain, maka ia tergolong orang yang mengangkat orang lain itu sebagai wakil yang menangani segala urusan dirinya yang menjamin untuk kepentingannya, yang mencukupi seluruh kebutuhan dirinya dengan tidak membebankan serta mencari perhatian kepada selainnya.

Sementara tawakkal kepada Allah berarti menyerahkan segala urusan hidup dan mati hanya kepada Allah dengan senantiasa menjalani segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya secara benar, sehingga tentram dan bahagia kehidupannya.
Ketika seorang Muslim rendah kualitas ketawakkalannya kepada Allah Ta’ala maka ia akan menjadi orang yang sangat gelisah dalam hidupnya, meskipun ibadah dalam kesehariannya selalu dijalankan secara benar. Inilah jawaban tepat mengapa ada seorang Muslim yang ibadahnya bagus tetapi korupsi jalan terus.

Rendahnya ketawakkalan kepada Allah, khususnya pada masalah rizki akan menjadikan seseorang mencari berbagai macam cara untuk bisa memiliki banyak harta. Hal ini karena ada anggapan dalam dirinya harta bisa dijadikan sandaran kuat dalam hidupnya. Ia seolah lupa bahwa Allah semata yang layak dijadikan sandaran.

Tidakkah kita perhatikan bagaimana para pemburu dunia dan kuasa yang penuh ambisi? Mereka itu tidak mampu menjadi mulia di dunia kecuali dengan mengorbankan harga diri, keluarga, harta benda bahkan juga agama.

Prinsipnya satu, orang yang tidak bagus kualitas tawakkalnya kepada Allah akan menjadi orang yang lemah, hina, ‘idiot’ dan menyusahkan orang lain.

Sebaliknya, orang yang bertawakkal kepada Allah maka ia disebut oleh Rasulullah sebagai Muslim yang kuat, begitu  kata Imam al Ghazali dinukil dalam kitabnya “Minhajul Abidin.”

“Siapa saja yang ingin menjadi orang terkuat, maka hendaknya ia bertawakkal kepada Allah. Siapa saja yang ingin dirinya menjadi orang yang paling mulia, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah. Dan siapa saja yang ingin menjadi orang yang paling kaya, maka hendaknya ia lebih percaya dengan apa yang berada di Tangan Allah daripada apa yang ada di tangannya sendiri.”
Kisah Ibrahim Al-Khawwas

Kisah ini termaktub dalam Kitab Minhajul Abidin karya terakhir Hujjatul Islam Imam Ghazali. Di sana dikisahkan tentang pertemuan Ibrahim Al-Khawwas dengan seorang pemuda.

“Aku bertemu degan seorang anak muda di padang pasir yang luas, sepertinya ia seorang tukang sepuh perak. Kemudian aku bertanya kepadanya, ‘Hendak kemana engkau wahai anak muda?’

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved