Tausiyah: Banyak bertanya

Beliau mengabaikan pertanyaan orang itu. Orang itu kembali bertanya dua atau tiga kali.

Tausiyah: Banyak bertanya
IST
Tuan Guru Hasanudin memberikan tausyiah kepada anggota DPRD Banjar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

SERAMBI UMMAH.COM – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya menerangkan,

“Orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan karena terlalu banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Ketika turun ayat yang mewajibkan haji, seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?”

Beliau mengabaikan pertanyaan orang itu. Orang itu kembali bertanya dua atau tiga kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

“Tidakkah engkau khawatir aku menjawab ya? Demi Allah, andaikata kujawab ya, tentulah menjadi wajib! Dan andaikata telah menjadi wajib, tentulah kalian tidak mampu melaksanakan! Biarkan aku selama aku membiarkan kalian! Sungguh, orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan karena terlalu banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu, lakukanlah semampu kalian, tetapi jika aku melarang kalian maka hindarilah!”

Kemudian, turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Wahai kaum mukmin, janganlah kalian menanyakan suatu hal yang jika jawabannya diberikan kepada kalian, maka kalian merasa berat menerimanya…” (QS. Al-Ma’idah [5]: 101)” (Al Hadits)

Maksud “aku membiarkan kalian” pada perkataan Rasulullah diatas adalah “aku tidak memerintahkan kalian melakukannya.”

Larangan mengajukan banyak pertanyaan sejenis ini, hanya berlaku pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun setelah hukum syariah menjadi baku dan tidak ada kekhawatiran adanya penambahan syariah, larangan ini sudah tidak berlaku karena sebab pelarangannya sudah tidak ada.

Halaman
123
Tags
tausiyah
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved