SerambiUmmah/
Home »

Ihwal

Edisi Cetak

Buat Aturan Lebih Tegas

BAGAIMANA agar sanksi berat bagi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak bisa dilakukan, apakah memang hukum konvensional sudah mandul.

Buat Aturan Lebih Tegas
ISTIMEWA
Yurliani, Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga Kalimantan Selatan.

BAGAIMANA agar sanksi berat bagi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak bisa dilakukan, apakah memang hukum konvensional sudah mandul. Bagaimana pandangan praktisi hukum mengenai penggunaan hukum khusus tersebut. Berikut wawancara Serambi UmmaH dengan Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga Kalimantan Selatan, Yurliani:

Bagaimana penanganan hukum bagi pelaku pedofilia selama ini?

Sebagai negara hukum, kita tidak bisa serta merta menggunakan hukum di luar hukum yang berlaku. Tetap mengacu pada UUD 1945. Sedang pelakunya dikenakan dengan UU Perlindungan Anak. Hukuman juga sudah tertuang dalam KUHP. Sekali lagi kita adalah negara hukum.

Tapi ada kesan KUHP dan UU Perlindungan Anak mandul dan tidak membuat jera pelakunya?

Wajar saja kalau ada masyarakat yang tidak puas, terutama dari keluarga korban. Tapi, bagaimanapun hukuman yang diberikan sudah tertuang dalam undang-undang. Kalau ada wacana meyuntik mati pelaku pedofilia, nanti malah melanggar HAM.

Lalu bagaimana?

Peran legislatif di sini. Kalau memang undang-undang yang berlaku sekarang tidak bisa membuat efek jera, mereka anggota dewan harus berperan untuk mengubah undang-undang yang ada agar lebih tegas dalam pemberian hukuman. Kan ada mekanismenya melalui kajian-kajian yang rumit. Sebagai negara hukum, tentu ada aturan yang harus diikuti.

Peran orangtua sendiri?

Saat ini, orangtua harus lebih terbuka. Pendidikan seks harus diberikan kepada anak-anaknya. Mana yang boleh mana yang tidak boleh. Orangtua harus terus memperhatikan perkembangan, baik fisik maupun psikis anaknya.

Dalam kasus yang menguak, kejadian malah terjadi di sekolah; peran guru?

Kejadian seperti ini, sebenarnya banyak terjadi pada saat jam istirahat. Sekarang, peran guru di sekolah untuk lebih aktif untuk mengawasi pada jam-jam tersebut. Perhatikan bangunan sekolah mulai dari tempat istirahat anak-anak sampai posisi toilet, harus diperhatikan agar mudah diawasi. Kalau perlu pakai cctv.

Selama ini, seperti itu dianggap kecil dan terabaikan. Namun anak, dimana pada masa itu senang mencoba, harus terus diperhatikan. (rahmadhani-irham safari)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help