Edisi Cetak

Fatahillah Bangga Mampu Baca Alquran

SAAT bersekolah di sekolah dasar, Dewi sudah mengenal huruf-huruf Arab. Namun dalam membaca Alquran

Fatahillah Bangga Mampu Baca Alquran
BPost Group
SISWA-SISWI SMPN 2 Alalak sedang baca Alquran. 

SAAT bersekolah di sekolah dasar, Dewi sudah mengenal huruf-huruf Arab. Namun dalam membaca Alquran, tidak begitu lancar. Membacanya masih terbata-bata.

Setelah bersekolah di SMPN 2 Alalak, Dewi dapat membaca Alquran dengan fasih. Bahkan pengucapan huruf-huruf Arab pun pas betul.

Dari pengakuan siswi kelas 7 SMPN 2 Alalak ini, tadinya tidak mengetahui secara keseluruhan bacaan-bacaan salat. Namun mendekati kenaikan kelas VIII, bacaan salat sudah dihafal. Karenanya, Dewi merasa salat yang dilaksanakan dapat sempurna.

Lain lagi dengan Fatahillah, siswa kelas VII, mengaku pada saat masuk SMPN 2 Alalak sama sekali tidak mengetahui huruf-huruf Arab. Setelah hampir satu tahun belajar di SMPN 2 Alalak, dirinya sudah dapat mengetahui huruf-huruf Arab.“Saya sudah iqra jilid enam,” kata Fatahillah begitu bangga dapat membaca huruf-huruf Arab.

Fatahillah menyakini saat berada di kelas VIII, dirinya akan dapat membaca Alquran. Sebab, pembelajaran membaca Alquran selalu diajarkan di sekolahnya yang berada di tepi Jalan Trans Kalimantan tersebut.

Saat ditemui di sela praktik salat di mushala sekolah, Fatihilan mengaku, saat bersekolah SMP ini baru dapat mengetahui dan menghafal bacaan secara keseluruhan.

Dewi dan Fatahillah adalah hasil dari penerapan Perda Provinsi Kalsel Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pendidikan Alquran di Kalsel.

Dan SMPN 2 Alalak di Kabupaten Batola merupakan sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kalsel untuk menerapkan perda tersebut.

Selanjutnya, setelah penunjukan itu, menurut Kepala SMPN 2 Alalak, H Marhaini, sejak tahun ajaran 2011-2012 sampai sekarang, di sekolah yang dipimpinnya memberikan pelajaran tambahan berupa belajar membaca Alquran dan praktik salat.

Untuk itu, SMPN 2 Alalak mendapatkan bantuan bangunan musala, perangkat pengeras suara, Alquran, sajadah, mukena serta guru mata pelajaran Pendidikan Alquran.

Di SMPN 2 Alalak itu pula, sudah terdapat musala. Karena banyaknya siswa yang melaksanakan salat Zuhur berjamaah dari Senin sampai Kamis, Musala Ibnu Aziz tidak dapaat menampung jemaahsehingga harus diperluas ke bagian belakang.

Menurut Marhaini, dari sejumlah muatan kurikulum, terdapat dua jam pelajaran untuk pendidikan Agama Islam dan dua jam pelajaran untuk pendidikan Alquran yang diberikan oleh tiga guru yang berlatar belakang pendidikan S1 Pendidikan Agama Islam.

Juga, selanya, siswa diberikan ekstra kurikuler dan pengembangan diri berupa bimbingan panduan suara, upacara bendera, bimbingan berbahasa Inggris di English Club yang telah dibentuk, kegiatan cinta lingkungan serta sekolah sehat.

“Untuk bimbingan salat dan baca Alquran dilaksanakan setiap Kamis bagi siswa kelas VII dan VIII. Sedangkan kelas IX, bimbingan menghadapi UN,” urainya.

Kegiatan bimbingan Alquran melibatkan 12 guru Agama Islam dengan sasaran 236 siswa kelas VII dan VIII yang dikelompokkan sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan dasar terhadap Alquran, yaitu tidak membaca, kurang lancar dan lancar.

Bimbingan langsung belajar membaca, menghafal surat pendek Alquran dan bacaan lainnya, lebih difokuskan pada bacaan dalam salat.

Kegiatan lainnya yang bersifat menunjang karakter religius adalah berdoa sebelum dan sesudah pelajaran dimulai, mengucapkan salam, bersalaman saat berpapasan dengan guru, serta dilakukan perayaan hari besar Islam. (am ramadhani-alpri w)

Tags
Alquran
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved