Datangkan Penceramah dari Mancanegara

SEBAGAI kota berjuluk Serambi Makkah, di Kota Martapura banyak terdapat majelis taklim.

Datangkan Penceramah dari Mancanegara
BPost Group
PENGAJIAN di Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak. 

SEBAGAI kota berjuluk Serambi Makkah, di Kota Martapura banyak terdapat majelis taklim. Hampir setiap hari ada jadwal pengajian.

Ada satu mejelis taklim yang sudah mempunyai banyak anggota. Bahkan tak jarang pula penceramahnya didatang dari Arab dan mancanegera. Majelis taklim ini bernama Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak.

Menurut seorang anggota Mejelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak, HM Aidil Basith, majelis ini bukanlah mejelis baru. Pada 2014 ini mejelis sudah berumur sekitar 45 tahun.

Semula Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak ini berasal dari kegiatan di musala Pondok Pesantren Darussalam. Dengan restu pimpinan ponpes dikala itu, mejelis mulai tumbuh. Awalnya anggotanya ratusan, tapi kini sudah mencapai ribuan.

Banyak, perkembangan dan perubahan dari perjalanan majelis taklim ini, bahkan lokasinya sudah pindah beberapa kali. Kini majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak sudah memiliki dua gedung. Pertama untuk Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak dan gedung ke dua untuk Raudhatul Majelis Darusyakirin.

Dalam perjalannya setelah dipindah dari musala dari Kelurahan Pesayangan ke rumah pengasuh KH M Syukri Unus atau disapa Buya Unus di Antasansenor jemaah tambah banyak sekitar 3.000 - 4.000 orang.

“Sedangkan rumah pengasuh sendiri tak besar, sehingga para anggota mejelis taklim ini terpaksa memenuhi sebagian Jalan A Yani,” jelas murid kesayangan Buya Unus itu.

Melihat kondisi itu, Al Mukarram Habib Syeikh Assegaf dari Surabaya memberi saran untuk membagun gedung lagi saat memberikan ceramah pada pringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Mejelis Taklim Sabilal Anwar pada 1418 H atau 1998.

Singkat kemudian mulailah dibangun gedung mejelis di samping rumah, yang kemudian mejelisnya ditambah dengan nama Al Mubarak, sehingga menjadi Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak. Bahkan dalam perkembangannya, di 2007 mejelis taklim menambah satu lagi gedung diberi nama Raudhatul Majelis Darusyakirin.

Menurut dia, dari perkembangannya, pengasuh mendapat saran dan dukungan moril dari Habib Abu Baar Al Althas, Habib Zaki Solo, serta Habib Taher Tegal. Sampai kini penceramahnya juga dari mancanegara.

Ada banyak kegiatan dalam mejelis Taklim ini. Dari kegiataan rutin, sampai kegiatan pengajian khusus. “Semisal pembacaan dalailul khairat setiap pagi pembacaan burdah tiap jumat setelah maghrib, sampai pengajian khusus yang terjadwal, pada Minggu, Selasa, dan Rabu,” terang dia.

Bukan hanya itu, kegiatan makin bertambah. Bahkan adapengajian kelas khusus dari Buya Unus untuk almunus Mejelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak dan Raudhatul Majelis Darusyakirin.

“Banyak ilmu yang didapatkan. Santrinya tidak hanya dari luar daerah, tapi juga dari luar negeri. Beliau guru yang pintar memang,” katanya. (nurholis huda - sofyar redhani)

Sejarah Perpindahan Majelis
- 1968-1978 di Musala Darussalam, Pesayangan, jumlah santri sekitar 200-500 orang
- 1979-1983 di rumah mertua pengasuh di Gang Kurnia Pesayangan Martapura jemaah sampai 500-700 orang
- 1984-2002 di rumah pengasuh sendiri di Antasan Senor Ilir Martapura Timur, jemaah sampai 1.000-2.000 orang
- 2002 Mejelis Taklim Sabilal Anwar miliki gedung sendiri bertempat di samping rumah pengasuh, dan namanya ditambah Al Mubarak yang menjadi Mejelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak
- 2007 mejelis taklim ditambah satu gedung lagi yang bertempat di gang Mubarakah Pasar Papan diberi nama Raudhatul Mejelis Darusyakirin

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved