Menyambut Ramadhan Tanpa Meugang (1)

Malam ini adalah malam yang ketiga kalinya saya mengawali Ramadhan di Kampung Orang tanpa meugang.

Menyambut Ramadhan Tanpa Meugang (1)
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Warga membeli daging meugang di Peunayong, Banda Aceh, Senin (8/7). Hari meugang merupakan suatu momen yang sakral bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul bersama keluarga dan makan bersama. Harga daging meugang di Banda Aceh dijual Rp 120.000 hingga Rp 130.000 per kilogram. 

Oleh Mursalin

SERAMBIUMMAH.COM - Waktu berlalu bagaikan air mengalir, begitulah umpamanya. Malam ini adalah malam yang ketiga kalinya saya mengawali Ramadhan di Kampung Orang tanpa meugang.

Ramadhan pertama baru satu bulan tiba di Kota Malang, langsung memasuki bulan kedua yaitu Ramadhan. Bulan puasa tanpa Tradisi Daging Meugang.

Biasanya di Aceh tatkala memasuki awal bulan puasa ada sebuah tradisi yang sampai hari ini masih dilaksanakan, yaitu tradisi meugang atau kadang di Aceh bagian utara disebut mak meugang.

Meugang adalah sebuah tradisi dimana masyarakat Aceh sehari sebelum Ramadhan mereka makan masakan daging bersama anggota keluarga.

Bagi keluarga yang ekonominya lumayan, mereka membeli daging lembu, bagi yang kurang mampu membeli ayam. Daging ini kemudian dimasak dengan masakan khas Aceh, rasanya luar biasa.

Tradisi ini sudah menjadi turun temurun dari generasi-ke generasi. Begitulah cara orang Aceh dalam mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Kembali ke masalah Ramadhan pertama di kampung orang, terutama di Kota dimana saat ini saya menetap. Saya memperhatikan tradisi semacam meugang di Aceh tidak begitu ada, dan bahkan bisa dibilang tidak ada. Dari H-1 sampai hari Ramadhan pertama suasana dipasar, dijalan, dan dirumah-rumah warga tampak seperti hari biasanya.

Memang benar jika kita mengaitkan dengan sebuah pepatah, lain lubuk lain ikannya, lain daerah lain tradisinya. Bagiku mengawali Ramadhan dimana saja tidak menjadi soal, apakah saya makan daging atau tidak itu hanyalah kebiasaan dimana tradisi itu melekat.

Beda daerah ya tentu beda tradisi. Tidak menjadi masalah. Yang terpenting amalan-amalan Ramadhan tetap terlaksana seperti kewajiban. Meugang itu hanya sebuah tradisi Aceh dalam menyambut Ramadhan.

Tidak hanya meugang diawal Ramadhan, tapi ada juga meugang di akhir Ramadhan yaitu pada hari ke-30 Ramadhan, dan biasanya meugang pada hari ke-30 adalah meugang menyambut Idul Fitri.

Demikian pula ketika mendekati hari Raya Idul Adha, satu hari sebelum Idul Adha juga meugang. Dengan adanya tradisi meugang, dipasar-pasar harga daging menjadi 3 kali lipat dari harga normal bahkan lebih.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved