Menyambut Ramadhan Tanpa Meugang (2)

Para peternak lembu tentu mengambil kesempatan ketika mendekati Ramadhan, akhir Ramadhan bahkan mendekati Idul Adha.

Menyambut Ramadhan Tanpa Meugang (2)
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Warga membeli daging meugang di Peunayong, Banda Aceh, Senin (8/7). Hari meugang merupakan suatu momen yang sakral bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul bersama keluarga dan makan bersama. Harga daging meugang di Banda Aceh dijual Rp 120.000 hingga Rp 130.000 per kilogram. 

Oleh Mursalin

SERAMBIUMMAH.COM - Para peternak lembu tentu mengambil kesempatan ketika mendekati Ramadhan, akhir Ramadhan bahkan mendekati Idul Adha.

Maka tidak heran, jika dikampungku banyak masyarakat mengambil alih menjadi peternak lembu daripada pekerjaan lain. Mereka dengan mudah merawat, memberi makan kemudian mereka menjual ketika mendekati Ramadhan dengan harga tinggi.

Tradisi meugang secara ekonomi memberikan keuntungan bagi peternak lokal, bahkan banyak juga lembu-lembu yang diimpor dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berbeda halnya dengan di daerah tempat saya menetap saat ini, meskipun dibilang harga daging sembakau naik, tapi tidak sama dengan naiknya harga daging di Aceh.

Jika malam- malam mak meugang, dari jam ke jam harga daging bisa berubah. Hal ini mengingat permintaan daging terus meningkat sementara stok yang tersedia tidak berimbang dengan permintaan.

Secara tidak langsung, dengan tradisi semacam ini tingkat permintaan daging terutama di Aceh naik melebihi target. Bayangkan saja, satu kepala keluarga dengan 2 orang anggota keluarga, rata-rata membeli 2 sampai 3 kilogram daging.

Apalagi kalau anggota keluarganya banyak, 4 sampai 5 kilogram daging per kepala keluarga. Kalikan saja sendiri, berapa lembu yang dipotong di Aceh dengan jumlah lebih kurang 3 juta kepala keluarga.

Dan ini secara otomatis akan membutuhkan lembu impor jika lembu lokal tidak tercukupi.

Selain daging lembu, daging ayam juga meningkat drastis permintaan dari masyarakat. Karena ada kelugara yang tidak bisa makan daging lembu, mereka memilih membeli daging ayam.

Lalu bagaimana dengan keluarga yang tidak bisa makan daging, katakalah, yang lagi sakit stroke. Apakah mereka diharuskan makan daging ?.

Kalau misalkan ada keluarga seperti itu, mereka tentu tidak membeli daging, mereka hanya membeli untuk anggota keluarga yang bisa makan. Yang namanya beli daging di hari meugang itu saya yakin ada, meskipun 1 kilogram saja buat anak-anak.

Seperti keluargaku, mamaku tidak suka daging lembu, ayah tidak boleh makan daging karena sekarang lagi tidak sehat. Tentu daging meugang tetap juga dibeli untuk anak-anaknya.

Para orang tua mengkhawatirkan anaknya, kenapa rumah kita tidak makan daging, sementara rumah tetangga bau masakannya sampai kerumah kita.

Mereka makan, kenapa kita tidak, sehingga mereka tetap membeli untuk anak-anak yang bisa makan. Ini hari meugang, hari kebersamaan keluarga menyambut Ramadhan. Selamat melaksanakan ibadah puasa.Sekian.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved