Tradisi Dlugdag Sambut Ramadhan di Keraton Cirebon

Bulan suci Ramadhan diisi dengan berbagai tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Diharapkan, bulan suci ini dapat menurunkan magfirah d

Tradisi Dlugdag Sambut Ramadhan di Keraton Cirebon
kompasiana

SERAMBIUMMAH.COM, CIREBON - Bulan suci Ramadhan diisi dengan berbagai tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Diharapkan, bulan suci ini dapat menurunkan magfirah dan rahmat Allah SWT.

"Tradisi ini sudah dimulai sejak awal masuk bulan puasa hingga hari lebaran Idul Fitri," kata Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Selasa (1/7/2014).

Adapun tradisi itu, yakni diawali pada 30 Syaban dengan tradisi dlugdag. Selain itu, selama bulan puasa Mulai tanggal 1-30 Ramadhan, diisi tarawih, tadarusan, dan tradisi dlugdag pada setiap malam.

Pada 15 Ramadhan, ada tradisi khatam Alquran dan hajat nasi bogana. Tanggal 17 Ramadhan tradisi Nujulquran dan hajat nasi bogana. Sementara pada 20-30 Ramadhan, ada tradisi hajat maleman.

Tanggal 29 Ramadhan tradisi khatam Alquran dan hajat nasi bogana, serta 30 Ramadhan tradisi takbiran dan pembayaran zakat fitrah. "Untuk 1 syawal, ada tradisi gamelan sekaten dan hajat masakan," ujar Sultan.

Sultan mengungkapkan hakikat puasa yang sebenarnya adalah perang melawan hawa nafsu. Karenanya, puasa di bulan Ramadhan hakikatnya adalah jihad fisabilillah.

Selain itu, puasa adalah waktu yg diberikan Allah SWT untuk melebur dosa dan mencari rahmat Allah. Dengan puasa, bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan, serta meraih surga Allah.

"Puasa bukan hanya sebatas seremonial saja. Manfaatkan waktu yang telah diberikan Allahp di bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Sultan. (rol)

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved