Sakinah Bersama Alquran

Salah satu alasan mengapa kita harus dekat dengan Alquran adalah untuk mendapatkan pertolongan di akhirat kelak.

Sakinah Bersama Alquran

SERAMBI UMMAH.COM - KELAK di akhirat hanya ada dua tempat yaitu surga atau neraka dan tidak ada tempat ditengah-tengah keduanya. Maka hanya ada dua pilihan, selamat atau celaka.

Allah SWT yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Mari kita melihat masa lalu kita, sesuatu yang kita anggap buruk di masa lalu justru membawa kebaikan untuk saat ini. Begitu pun dengan sesuatu yang kita anggap baik di masa lalu, justru berakibat buruk untuk saat ini. Tentu dari pengalaman tersebut kita dapat belajar dan apa yang difirmankan Allah terbukti benar.

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)

Maka mengapa Al Qur’an menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Berpaling dari Al Qur’an akan membuat hidup menjadi sempit.

Salah satu alasan mengapa kita harus dekat dengan Al Qur’an adalah untuk mendapatkan pertolongan di akhirat kelak. Cara kita untuk mendekat dengan Al Qur’an adalah dengan menghafalnya. Apabila kita tidak mau untuk menghafal AL Qur’an, bagaimana mungkin kita bisa mencintai Al Qur’an. Bila kita tidak bisa mencintai Al Qur’an, bagaimana Al Qur’an bisa menjadi penolong bagi kita.

Manusia akan hidup tenang, sakinah atau damai bersama Al Qur’an. Iman mengadung tiga unsur yaitu hati, perkataan, dan perbuatan. Bila seseorang mengaku cinta kepada Al Qur’an maka hatinya akan membenarkannya, lisannya akan mengatakannya dan perbuatannya merupakan wujud dari cintanya. Bersama Al Qur’an berarti hari-hari senantiasa dihiasi dengan Al Qur’an.

Bagaimana adab membaca Al Qur’an?

Adab ketika membaca Al Qur’an ialah ikhlas, tartil dengan tajwid, tadabur dan bersuci. Berkaitan dengan masalah ikhlas, iblis telah berjanji akan menyesatkan golongan manusia tanpa kecuali. Membaca dengan tartil yaitu sesuai dengan tajwid serta memenuhi hak-hak dan sifat-sifat huruf. Selanjutnya adalah berusaha untuk mentadaburi Al Qur’an, seseorang yang tidak dapat mentadaburi Al Qur’an, maka hatinya akan tertutup. Tentang keadaan bersuci, terjadi perbedaan pendapat ulama, namun lebih baik bila kita bisa membaca Al Qur’an dengan bersuci.

Kenapa harus menghafal Al Qur’an?

Allah memerintahkan kita untuk membaca (iqro’) seperti yang tertulis pada QS. Al Alaq ayat 1-5. Menghafal Al Qur’an merupakan awal dari jihad kita. Fadlilah tentang Al Qur’an sangatlah banyak, sebagian ada yang bisa dirasakan di dunia, dan ada pula yang hanya bisa dirasakan ketika di akhirat kelak.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved