Perjalanan Panjang Sakti Sheila On 7 Menuju Cahaya Illahi

bahagianya beliau melihat banyak mahasiswa yang mendatangi Masjid di tengah zaman yang semakin mengkhawatirkan.

Perjalanan Panjang Sakti Sheila On 7 Menuju Cahaya Illahi

SERAMBI UMMAH.COM -  AHAD (6/7/2014) Panitia Ramadhan di UNDIP kembali mengadakan Kajian Ramadhan yang rutin dilaksanakan menjelang berbuka puasa. Kajian Ramadhan kali ini spesial menghadirkan mantan Gitaris Band POP terkenal Sheila On 7, Sakti Ari Seno yang telah berganti nama menjadi Salman Al Jugjawy. Peserta yang didominasi mahasiswa UNDIP ini membludak memenuhi Masjid Kampus. Acara dimulai pukul 16.00 dimoderatori oleh Muhammad, Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Mas Salman mengawali cerita dengan ungkapan bahagianya beliau melihat banyak mahasiswa yang mendatangi Masjid di tengah zaman yang semakin mengkhawatirkan. Berangkat bersama rombongan dari Yogyakarta, beliau menetap sementara (i’tikaf) di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dalam rangka memperbaiki diri. Berawal dari situlah, Mas Salman mulai mempelajari agama Islam. Melalui ajakan dari seorang teman, beliau belajar agama Islam dengan mengikuti temannya i’tikaf di masjid.

Tahun 2004, ketika beliau dan Sheila On 7 menggarap Album ‘Pejantan Tangguh’ tepatnya di Denpasar, Bali sekaligus menjadi momen perjumpaan beliau dengan temannya. Berdasarkan paparan beliau, temannya ini merupakan teman semasa di Jogja yang ketika kuliah tinggal di rumahnya yang dijadikan sebagai kos mahasiswa.

Begitu banyak hal yang menjadi topik ditiap pembicaraan mereka. Hingga saat beliau di Jogja dipertemukan dengan ayah angkat sang teman. Setelah pertemuan itu, Mas Salman semakin bertekad untuk mempelajari Islam. Salah satu pelajaran yang beliau terima adalah tentang keikhlasan. Selain dari beberapa ulama, Mas Salman juga banyak membaca buku – buku agama yang mampu menambah suplemen bagi dirinya.

Setelah lebih dekat dengan Islam, Mas Salman merasa banyak mendapat kemudahan dalam hidupnya. Banyak teman – temannya dari kalangan musisi yang ingin mengikuti jejaknya. Hampir selama 2 tahun Mas Salman menjalani kegiatan bersama teman – teman bandnya. Kesempatan yang tidak dilewatkan begitu saja oleh dirinya, untuk mengajak teman – temannya mendekatkan diri pada Allah SWT. Beliau selalu mengajak teman – temannya untuk shalat berjamaah, bahkan pernah beliau menjadikan sudut studio musik menjadi musholla.

Sesungguhnya, Mas Salman sudah merasa terlalu sibuk untuk mejadi seorang gitaris. Beliau ingin mengisi waktunya dengan menambah pengetahuannya tentang Islam. Namun, beliau memilih bertahan atas saran sang ustadz. Bertahan sebagai misi da’wahnya, mengajak teman – teman musisinya untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

Pada tahun 2006, Mas Salman memutuskan untuk keluar dari band yang selama ini telah membesarkan namanya. Saat itu sedang proses pembuatan album ‘507’, namun beliau merasa tidak menghadirkan segenap jiwanya yang berakibat lamanya penggarapan album. Saat itu, beliau mulai senang membuat lagu – lagu religi.

Beliau sempat mengambil cuti dan pada akhirnya memutuskan untuk keluar. Beliau memilih untuk menghabiskan waktunya untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah SWT karena beliau percaya jika sudah baik dalam urusan akhirat, urusan duniapun akan baik mengikutinya. Hingga saat ini beliau masih berhubungan baik dengan para personil Sheila On 7.

Banyak cerita Mas Salman tentang orang – orang disekitarnya yang awalnya jauh dari Islam kemudian menjadi sangat dekat dengan Islam. Karena begitulah hidayah, harus dicari, mahal didapat, dan sulit menjaganya. Di akhir cerita, Mas Salman memberikan tiga tanda – tanda seseorang yang diterima amalnya oleh Allah SWT, yaitu semakin hari semakin ingin dekat dengan Allah SWT, semakin hari semakin ingat akhirat, dan semakin cinta pada Nabi Muhammad SAW.

Saat ini, Mas Salman masih aktif berkeliling Indonesia bahkan hingga luar negeri untuk terus menambah ilmu agama, dalam rangka memperbaiki diri. Hobinya dalam dunia musikpun masih beliau geluti dengan menghasilkan lagu – lagu religi. “Pahala dapat, hobipun tersalurkan,” ungkapnya. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved