Kolak Ayam Awalnya untuk Pengobatan

Menurut Untung (57), warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, tradisi Kolak Ayam berawal dari Putra Sunan Giri yaitu Sunan Dalem

Kolak Ayam Awalnya untuk Pengobatan
Surya/sugiyono
Panitia Kolak Ayam menuangkan kaldu ayam untuk dibagikan ke masyarakat Desa Gumeno yang telah pesan, Minggu (20/7/2014). 

SERAMBIUMMAH.COM - Menurut Untung (57), warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, tradisi Kolak Ayam berawal dari Putra Sunan Giri yaitu Sunan Dalem saat membangun Masjid di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar sedang sakit, kemudian meminta warga untuk membawa ayam untuk dijadikan obat dengan disebut 'Sanggringan'.

"Begitu awal ceritanya sejarah Kolak Ayam," kata Untung.
Perlengkapan untuk memasak yaitu wajan berdiameter 1 meter sebanyak 8 buah dan drum 12 buah dan sebuah bak dari fiber untuk menampung kaldu Kolak Ayam.

Sedang Su'udi, Ketua Pelaksana Kolak Ayam menuturkan untuk tahun ini, tradisi Kolak Ayam mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olah raga Kabupaten Gresik.

"Kolak Ayam ini menjadi tradisi dan warisan budaya yang harus dilestarikan," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved