Jamu Tamu Lebaran Jangan Berlebihan

Saling berkunjung sesama kerabat, teman maupun sejawat merupakan kebiasaan yang tak bisa dihindari di saat hari raya Idulfitri tiba

Jamu Tamu Lebaran Jangan Berlebihan
net
Kue lebaran 

SERAMBIUMMAH.COM,BANJARMASIN - Saling berkunjung sesama kerabat, teman maupun sejawat merupakan kebiasaan yang tak bisa dihindari di saat hari raya Idulfitri tiba. Keinginan berkunjung dan dikunjungi selalu ada harapan.

Islam mengajarkan bagi siapa saja yang menjadi tuan rumah, supaya menghormati tamu. Penghormatan itu tidak sebatas pada tutur kata yang halus untuk menyambutnya, akan tetapi juga dengan perbuatan yang menyenangkan. Misalnya dengan memberikan jamuan, meski hanya sekedarnya.

Sikap memuliakan tamu, bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati tuan rumah kepada tamu-tamunya. Memuliakan tamu, juga menjadi salah satu tanda tingkat keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir.

Ulama Banua, Samsuni Abdullah mengatakan dalam lebaran memang ada kebiasaan menjamu tamu dengan berbagai hidangan enak dan nyaman.

"Namun dalam Islam hal itu bukan tradisi. Ini hanya sebagian saja, sebab di zaman nabi hal ini tidak pernah ada," ujar Pengajar di Ponpes Tarbiatul Islamiah ini.

Pengelola Masjid Kanas Alalak Banjarmasin ini menambahkan mengacu pada zaman Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA di saat merayakan hari raya Idulfitri pernah menyuguhkan hanya kue kering kepada para sahabat.

"Lalu sahabat pun bertanya kenapa demikian ini kan hari kemenangan umat Islam. Ali pun menjawab bagi dia hari kemenangan itu tidak hanya Idulfitri tapi setiap hari asal tidak melakukan kemaksiatan," ujar Ustaz Abdullah.

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved