Usai Nikah Pengantin Ditepung Tawar

Di sela-sela salaman dengan ratusan undangan, Abu Mudi mengatakan kepada Serambi bahwa akad nikah massal sudah sering dilakukan di dayah itu

Usai Nikah Pengantin Ditepung Tawar
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
SYEIKH H Hasanoel Bashri HG atau lebih dikenal Abu Mudi melakukan ijab kabul dengan seorang linto baro dalam nikah massal di Dayah MUDI Mesra Samalanga, Bireuen, Rabu (13/8). 

SERAMBIUMMAH.COM,BIREUEN - Di sela-sela salaman dengan ratusan undangan, Abu Mudi mengatakan kepada Serambi bahwa akad nikah massal sudah sering dilakukan di dayah itu, tapi jumlahnya di bawah sepuluh pasangan.

Baru kali ini seramai itu. Mereka yang menikah massal itu adalah para guru pengajian di dayah putra dan putri, karena saling tertarik akhirnya sepakat menikah.

Sedangkan proses administrasinya tetap dilaksanakan di KUA Samalanga, sedangkan di dayah hanya tempat akad nikahnya saja.

"Mereka mengambil berkah menikah di dayah. Selain itu akan menghabiskan banyak waktu apabila saya menghadiri pernikahan mereka di tempat tinggal masing-masing. Disepakatilah mereka menikah di tempat ini," kata Abu Mudi.

Di akhir acara, para calon pengantin pria dipeusijuk (ditepungtawari) yang diiringi lantunan salawat nabi oleh para undangan. Setelah itu, para linto baro pun dengan wajah sumringah bergerak menuju kediaman pasangannya masing-masing.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved