Ditapung Tawar Supaya Aman

Kapal perang TNI AL produksi PT PAL Indonesia jenis Landing Platform Dock (LPD) KRI Banjarmasin-592 resmi dikukuhkan sebagai armada tempur

Ditapung Tawar Supaya Aman
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Pengukuhan KRI Banjarmasin 

SERAMBIUMMAH.COM,BANJARMASIN - Kapal perang TNI AL produksi PT PAL Indonesia jenis Landing Platform Dock (LPD) KRI Banjarmasin-592 resmi dikukuhkan sebagai armada tempur TNI AL. Pengukuhan dilakukan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia  Prof Ir Purnomo Yusgiantoro selaku Inspektur upacara didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio dan Kasum TNI Laksamana Madya TNI Ade Supandi dalam suatu upacara di Dermaga Umum Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2014 lalu.

Prosesi pengukuhan diawali dengan upacara adat berupa tarian Radap Rahayu, dilanjutkan dengan pemakaian pakaian adat Kalimantan Selatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin kepada Komandan KRI Banjarmasin-592 Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, penyerahan foto Kota Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel kepada Kasal.

Kemudian dilanjutkan penyerahan lonceng kapal dari Kasal Laksamana TNI Marsetio kepada  Komandan KRI Banjarmasin-592 dilanjutkan dengan tradisi Tepung Tawar terhadap kapal dan komandannya. Sebagai acara puncak pengukuhan, ditandai dengan pemecahan kendi pada lambung KRI Banjarmasin-592, oleh Ibu Ketua Umum Jalasenastri Ny Penny Marsetio disaksikan Kasal dan Komandan KRI.

Budayawan Kalsel, Muchlis Maman mengatakan, tapung tawar merupakan tradisi yang ada di masyarakat Banjar.
Sebelum membahas tentang tapung tawar terhadap KRI Banjarmasin dan Komandannya, lanjut dia, perlu dipahami dulu filosofi tepung tawar itu sendiri.

Tapung, jelas Maman, artinya percikan, sedangkan tawar tiada rasa atau hambar. Terminologinya tepung tawar merupakan percikan untuk menjadi tidak ada rasa.

Ditambahkan dia, ketika melakukan tapung tawar berarti memercikan supaya bersih agar netral dan tidak ada lagi didalamnya. "Itu fisolofinya.”

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved