Tiga Pilar Penting Pendidikan Islam bagi Anak

Tidak hanya fatal terhadap masa depan anak-anak kita, tapi juga fatal terhadap kita sendiri kelak di hadapan Allah

Tiga Pilar Penting Pendidikan Islam bagi Anak

SERAMBI UMMAH.COM - SALAH satu kewajiban kita sebagai orangtua adalah memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita. Pendidikan sangat penting untuk masa depan mereka. Apabila kita sebagai orangtua salah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak kita, maka akan berakibat fatal.  Tidak hanya fatal terhadap masa depan anak-anak kita, tapi juga fatal terhadap kita sendiri kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian juga sebaliknya jika kita sebagai orangtua bersungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita, maka berarti kita sudah memberikan hadiah terbaik untuk masa depan mereka, dan juga tentunya bernilai positif bagi diri kita sebagai orangtua ketika dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam tentang tiga amalan manusia yang tidak terputus ketika ia mati. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila manusia meninggal dunia maka amalnya terputus darinya kecuali tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan orangtuanya.” (HR.Muslim)

Untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita, setidaknya ada tiga pilar pendidikan utama yang harus kita ajarkan kepada  mereka, yaitu pendidikan tauhid, pendidikan akhlak, dan pendidikan ibadah.

Pertama, pendidikan tauhid

Dalam pendidikan seharusnya orangtua mengenalkan anak-anak kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai penciptanya dan pencipta alam semesta dan isinya, sehingga keimanan anak-anak kita kepada Allah subhanhu wa ta’ala benar-benar melekat dan tertanam dengan kuat di hati mereka.

Allah subhanhu wa ta’ala berfirman :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS.al-Mu’minun [23]: 12-14).

Dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya.

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS: Luqman: 13)

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved