Sering Debat dengan Pemuka Yahudi

Imam Shamsi bersama para imam serta pemuka Yahudi, Rabi, di New York aktif menggelar dialog terbuka mengenai isu-isu

Sering Debat dengan Pemuka Yahudi
Tribun Timur/Ilham
Imam besar Masjid Raya Al Hikmah New York United State of Amerika (USA), Shamsi Ali (64) di Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Jumat (29/8/2014) sore. 

SERAMBIUMMAH.COM,MAKASSAR - Imam Shamsi bersama para imam serta pemuka Yahudi, Rabi, di New York aktif menggelar dialog terbuka mengenai isu-isu yang memisahkan dan menyatukan Muslim-Yahudi.

Imam Shamsi pun bercerita, menebar kedamaian di negeri Paman Sam bukan hal mudah, butuh proses adu argumentasi yang apik, teologis, hakiki, dan politis. Tentunya, kata Shamsi, didukung tingkah tauladan sebagai sosok muslim.

"Kita kan punya konsep, bahwa segala kekacauan itu kan Yahudi yang rancang. Setelah kita ketemu rabi Yahudi (di New York), ternyata tidak mudah. Kalau saya Islam sendiri, eh Rabi mengatakan Yahudi sendiri. Akhirnya sepakat lah kita menulis buku soal kesalahpahaman itu (Anak Anak Ibrahim) bahwa ketika Yahudi mengaku umat terpilih dan kita (Islam) mengaku umat terbaik, yang lain budak? Kami terus terang, bertanya ke mereka (Rabi Yahudi)," ungkap Imam Shamsi.

Shamsi Ali kemudian agak telisik berkisah, pada pertemuan kali pertama antara imam muslim dan Rabi Yahudi (2005) di New York, atau pada saat Paus Yohannes meninggal. "Siang sampai sore kita hanya bahas Palestina," tegasnya.

"Waktu itu kita ketemu di New York, saya jabat tangan para Rabi, tidak saling melihat karena menaruh kecurigaan (islamofobie). Tapi setelah kenalan, ternyata Rabi bersimpati kepada Islam, katanya kok Islam itu setelah ditekan semakin berkembang, akhirnya kami berdialog. Kita mempertemukan 25 imam Muslim dan 25 Rabi Yahudi se-Amerika Serikat, kita ketemu di masjid di Sinago, kami salat zuhur dulu. Kemudian mereka masuk kita bertemu di masjid sampai sore, duduk pakai meja, masuk mereka di masjid," tutur Shamsi.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help