Selamatan Rumah Baru

sudah menjadi hal umum apabila seseorang atau sebuah keluarga menempati rumah baru maka mereka mengadakan semacam

Selamatan Rumah Baru

SERAMBI UMMAH.COM – Dalam budaya masyarakat di Indonesia sudah menjadi hal umum apabila seseorang atau sebuah keluarga menempati rumah baru maka mereka mengadakan semacam ‘selamatan’ atau ‘syukuran’ dan mengundang tetangga-tetangga terdekat untuk hadir dalam rangka ikut mendo’akan. Lalu apakah dalam Islam ada tuntunan seperti ini? Bagaimana jika hal ini tidak dilakukan? Apakah cukup dengan membacakan Qur’an surat Yasiin dan do’a selamat saja sebelum semua keluarga pindah ke rumah baru tersebut?

Jawaban:

Tentunya yang pertama kali dilakukan adalah bersyukur kepada Allah atas nikmat rumah baru tersebut, nikmat yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Hakikat syukur ini menurut Ibnul Qayyim adalah tampaknya bekas-bekas dari nikmat Allah tersebut pada lisan hamba-Nya; memuji dan mengakui, pada hatinya; bersaksi dan mencintai sedangkan pada anggota tubuh adalah tunduk dan taat. Syukur ini tegak diatas lima prinsip :

    Ketundukan orang yang bersyukur kepada pihak yang diberikan rasa syukurnya.
    Mencintainya.
    Mengakui nikmatnya
    Memujinya.
    Tidak menggunakannya dalam sesuatu yang tidak disukainya.

Lima prinsip tersebut adalah dasar syukur dan pondasi bangunannya. Ketika hilang satu prinsip darinya maka hilang pula dasar dari syukur. Setiap pembicaraan tentang syukur akan kembali kepada prinsip-prinsip tersebut dan berputar disekitarnya. (Madarij as Salikin juz II hal 244)

Syukur menjadi ciri khas orang beriman ketika mendapatkan kesenangan sebagai bentuk penghambaannya kepada Sang Pemberi nikmat, Allah swt, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dari Shuhaib ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Saya terkagum akan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkara orang mukmin itu adalah baik baginya, dan keadaan itu tidak ada pada seorang pun kecuali pada orang mukmin. Jika ia mendapatkan kemudahan, maka ia bersyukur, dan hal itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesempitan, maka ia akan bersabar, dan hal itu juga merupakan kebaikan baginya.”

Firman Allah swt :

“Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. An Nahl : 114)

Lima prinsip syukur diatas itulah yang harus kita lakukan terhadap rumah baru pemberian Allah tersebut. Dengan syukur tidak hanya rumah baru yang kita dapatkan di dunia namun juga pahala dari-Nya di akhirat.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved