Festival "Barzanji" Kota Mataram Lestarikan Tradisi Leluhur

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan kegiatan festival lomba membaca kitab "barzanji" dan "selakaran"

Festival
ANTARA FOTO/Ampelsa
Tradisi Peusijuk Calon haji Pemuka adat menyuguhkan ketan kuning saat mempeusijuk Jamaah Calon Haji (JCH) di Masjid Lambaro Skep, Banda Aceh, Jumat (5/9). Peusijuk (tepung tawar) merupakan tradisi turun temurun dalam masyarakat Aceh sebelum jamaah calon haji diberangkatkan ke Mekkah agar mereka mendapat berkah, keselamatan dan kesabaran dalam menjalan ibadah haji. 

SERAMBIUMMAH.COM - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan kegiatan festival lomba membaca kitab "barzanji" dan "selakaran" merupakan upaya melestarikan tradisi budaya leluhur di daerah ini.

"Pembacaan kitab barzanji memiliki makna penting, salah satunya agar umat Islam terus meneladani sifat dari Rasulullah SAW," katanya saat membuka acara festival lomba pembacaan kitab "barzanji" dan "selakaran" di Taman Sangkareang Mataram, Senin malam.

Dikatakannya, dalam kitab "barzanji" yang dibuat oleh Syekh Jaffar bin Husain Al Barzanji itu berisi pujian dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, pembacaan "barzanji" menjadi kitab induk peringatan Maulid, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, dan sebelum jamaah haji berangkat ke tanah suci Mekkah dilanjutkan dengan "selakaran".

"Tradisi dan ritual akan terasa kurang berkah jika tidak dilaksanakan pembacaan barzanji dan selakaran," katanya.

Dalam kaitan itu, wali kota berharap, kegiatan festival lomba pembacaan kitab "barzanji" dan "selakaran" antarkelurahan se-Kota Mataram ini dapat terus dilestarikan sehingga keterlibatan masyarakat secara luas dapat ditingkatkan.

Apalagi kegiatan ini memiliki makna yang penting dan merupakan peninggalan budaya, adat istiadat di Kota Mataram, serta memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Ia menilai, kegiatan ini juga sekaligus sebagai implementasi untuk membangun Kota Mataram menjadi kota yang lebih baik, sejalan dengan moto Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.

"Selain itu menjadi ajang silaturahim dan kerbersamaan untuk menjalin semangat membangun Kota Mataram yang lebih baik sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib selaku penyelenggara mengatakan, festival lomba "barzanji" antarkelurahan tingkat Kota Mataram dilaksanakan pada 8-10 September 2014.

Halaman
12
Tags
tradisi
Editor: Edinayanti
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved