Baantaran Jujuran Masih Lestari

Masyarakat Banjar memiliki kebudayaan yang sangat kental di masyarakat.

Baantaran Jujuran Masih Lestari
serambiummah.com/elhami
Diskusi gender di IAIN Antasari, Rabu (10/9/2014) 

SERAMBIUMMAH.COM,BANJARMASIN - Masyarakat Banjar memiliki kebudayaan yang sangat kental di masyarakat. Di antara beberapa kebudayaan yang sering dilakukan orang banjar dalam hal perkawinan adalah baantaran jujuran.
Baantaran jujuran merupakan adat istiadat dalam proses perkawinan, biasanya diawali dengan basasuluh (mencari informasi tentang keadaan perempuan yang mau dilamar), selanjutnya badatang, baantaran jujuran, akad nikah dan terakhir resepsi.

Baantara jujuran menjadi menarik dibahas dalam persepektif analisis gender yang disampaikan oleh Hj Nuril Huda yang merupakan dosen Fakultas Dakwah IAIN Antasari Banjarmasin, dalam acara diskusi rutin yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat studi gender dan anak IAIN Antasari di Aula Lantai III Gedung Rektorat IAIN Antasari Banjarmasin, (10/9/2014).

Dr Hj Nuril Huda, Dosen Fakultas Dakwah dalam makalahnya berjudul analisi gender "baantaran jujuran" dalam kebudayaan banjar mengatakan, dalam bantaran jujuran dalam perspektif analisis gender selalu didominasi oleh perempuan dan berperan besar adalah perempuan dari berbagai aspek.

"Mulai menentukan, memutuskan, mengendalikan, dan memanfaatkan uang yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan, semua diputuskan dan dikelola oleh perempuan baik sang mempelai perempuan atau sang ibu," jelasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved