Ketika si Kecil Mulai Centil

Ada yang berbeda hari-hari belakangan ini. Dita (6), belakangan mulai terlihat centil . Bersama beberapa teman sepermainan,

Ketika si Kecil Mulai Centil
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Ada yang berbeda hari-hari belakangan ini. Dita (6), belakangan mulai terlihat centil . Bersama beberapa teman sepermainan, Dita mulai menggunakan peralatan makeup orangtuanya untuk mempercantik diri.

Awalnya, Dita dan teman-temannya masih tampak malu-malu. Namun, lama-kelamaan mereka mulai berani tampil di depan anggota keluarga lain dengan makeup hasil eksperimen sendiri. Apa sebetulnya yang tengah terjadi pada Dita dan teman-temannya? Wajarkah kebiasaan baru ini?

Orangtua sebetulnya tak perlu khawatir jika si kecil mulai terlihat centil . Merupakan sesuatu yang normal terjadi jika di usia-usia balita atau di usia SD si kecil mulai suka berdandan.

Di usia ini, anak-anak tengah berada pada fase menirukan orang-orang dekat di sekitarnya. Sebagai contoh, mereka menirukan tingkah laku orangtua, kakak perempuan, atau tokoh idola mereka baik di teve atau di media lain.

Anak-anak ini memang tengah “hobi” menirukan apa yang dilakukan sosok-sosok yang mereka jadikan role model . Jadi, tak heran jika anak perempuan, misalnya, akan menirukan apa yang dilakukan ibunya. Atau, menirukan gaya berpakaian idola yang mereka lihat di televisi.

Contoh sederhana, coba sesekali intip apa yang dilakukan buah hati Anda dan teman-temannya. Mereka biasanya suka melakukan permainan berganti peran. Anak di usia ini memang tengah menikmati menirukan orang-orang dewasa di sekitar mereka, sama halnya ketika mereka bermain peran gender untuk mengembangkan identitas. Misalnya, anak-anak perempuan suka bermain masak-masakan, sementara anak laki-laki hobi menjadi tentara. Nah, kosmetika atau perlengkapan makeup, sebenarnya tak lebih dari hal-hal seperti itu.

Tak Cuma Perempuan
Sebenarnya, tak cuma anak perempuan, kok, yang hobi mematut diri. Coba perhatikan di sekeliling Anda, pasti akan menemukan anak laki-laki yang suka tampil rapi dan necis. Ya, tak sedikit pula anak laki-laki yang memang hobi berdandan sejak kecil.

Di usia ini, apa yang dilakukan anak-anak semata-mata hanya merupakan bentuk permainan peran. Hobi berdandan ini tak ada bedanya dengan hobi anak-anak yang berpura-pura membuatkan masakan bagi bonekanya, atau anak laki-laki yang bermain peran sebagai seorang superhero . Jadi, sekali lagi, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Intinya, tak peduli apa jenis kelamin anak, apa yang mereka lakukan (dalam hal ini bersolek) merupakan salah satu fase tumbuh kembang mereka. Sama dengan kebiasaan-kebiasaan lain pada fase tumbuh kembang, orangtua tak perlu terlalu keras atau terlalu khawatir menyikapinya. Jika Anda bereaksi keras dengan meminta anak menghentikan kebiasaan berdandannya, misalnya, maka yang terjadi anak justru akan melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Tentu Anda tak ingin, kan, jika buah hati berlaku demikian?

Editor: Edinayanti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved