"Gentong Haji", Doa dan Harapan dengan Sedekah Air

Jamal (50) kembali mengisi air minum ke dalam "gentong haji" di depan rumahnya, yang sudah habis diminum banyak orang.

KOMPAS TV/ Muhamad Syahri Romdhon
Jamal (50), sedang mengisi air minum ke dalam gentong haji, di teras rumahnya, di Desa Kejuden, Blok Karang Turi, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Senin (22/9/2014). Ia niatkan, gentong haji sebagai sedekah air, dan menjaga tradisi leluhur Cirebon, yang kini perlahan ditinggalkan sebagian warga. 

SERAMBIUMMAH.COM,CIREBON  — Jamal (50) kembali mengisi air minum ke dalam "gentong haji" di depan rumahnya, yang sudah habis diminum banyak orang. Tiap tiga hingga empat jam sekali, Jamal menuangkan sekitar sembilan hingga sepuluh gayung air ke dalam wadah itu.

Ia mengaku sangat senang dan ikhlas melakukan aktivitas tersebut. Sebab, sejak awal keberangkatan istrinya, Mimi Sopiah (60), ke Tanah Suci, air di dalam "gentong haji" itu selalu habis.

"Senang, semakin banyak yang minum, semakin banyak, kami sekeluarga bersedekah air minum untuk orang yang melintas. Entah siapa pun orangnya, dan dari mana asalnya, kami ucapkan terima kasih," kata Jamal seusai mengisi air ke dalam gentong.

Jamal menceritakan, istrinya, Mimi Sopiah, berangkat haji 15 September 2014 lalu. Satu hari kemudian, ia langsung memasang gentong haji, memberinya tudung saji, ciduk batok kelapa, serta menyediakan beberapa buah gelas, tepat di teras rumahnya.

Gentong haji diniatkan sebagai sedekah air kepada semua orang yang melintas. Dengan sedekah itu, Jamal berharap selama istrinya menunaikan ibadah haji, Mimi Sopiah diberikan kesejukan dan ketenangan, di tengah suhu panas Tanah Suci yang ekstrem.

"Hampir semua orang Kabupaten Cirebon yang berangkat haji, ngomong, di Arab panasnya sangat ekstrem. Tapi, alhamdulillah, setibanya istri saya di sana, hingga saat ini, melalui telepon, Mimi tak merasa panas. Ia merasa seperti di rumah. Mungkin ini, berkah ikhtiar gentong haji," ungkap Jamal.

Selain menyediakan gentong haji, selepas waktu shalat isya, ia mengundang tetangga sekitar untuk mengaji ayat suci Alquran, bertasbih, dan memperbanyak doa agar yang sedang menunaikan ibadah haji diberi ketenangan, kesejukan, dan kemudahan di tiap fase ibadah dan pulang menjadi haji mabrur.

Sementara itu, doa pula ditujukan kepada semua tetangga yang menghadiri pengajian agar mereka diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan untuk dapat pergi ke Tanah Suci, menunaikan ibadah haji.

"Semua ini tak lain adalah ikhtiar, atau doa. Adapun yang mengabulkan adalah Sang Maha Pengabul Doa. Lagi pula, saya niat mempertahankan tradisi leluhur dan wali-wali Cirebon agar tidak punah. Karena, di beberapa tempat, tradisi gentong haji sudah semakin ditinggalkan," kata Jamal.

Tags
haji 2014
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved