Masyarakat Using Punya Tradisi "Jemur Kasur" Jelang Idul Adha

Tak hanya memotong hewan kurban, dalam perayaan Idul Adha juga ada tradisi khusus yang dilakukan masyarakat Using sebelum hari raya.

Masyarakat Using Punya Tradisi
IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM / BANYUWANGI
Tradisi mepe kasur Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Kamis (25/9/2014) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANYUWANGI - Tak hanya memotong hewan kurban, dalam perayaan Idul Adha juga ada tradisi khusus yang dilakukan masyarakat Using sebelum hari raya. Tradisi itu dikenal dengan nama mepe kasur atau menjemur kasur.

Seperti Kamis (25/9/2014), secara serentak sejak pagi hari, semua warga mengeluarkan kasur yang dimilikinya untuk dijemur di depan rumah. Sesekali mereka membalik kasur dan membersihkan kasur menggunakan penebah.

Masyarakat Using percaya jika tradisi "mepe kasur" merupakan tradisi tolak bala dan juga menghalau sumber penyakit. "Saya percaya dengan menjemur kasur, semua penyakit dan semua hal-hal yang jelek akan menjauh dari rumah," kata Sutanti (39), warga Desa Kemiren, Banyuwangi.

Sutanti mengaku salah satu kasur 'abang cemeng' yang ia miliki merupakan hadiah dari orangtuanya saat menikah. Sedangkan satu kasur lagi ia beli dari Mbah Asih, pengerajin kasus yang sudah berkarya sejak zaman jepang, beberapa tahun yang lalu seharga Rp 500 ribu.

"Nanti rencananya kalau anak terakhir saya menikah yang tetap akan memberi kasur seperti ini untuk melanjutkan tradisi," kata dia.

Setelah "mepe kasur", masyarakat Using, Desa Kemiren akan menggelar doa bersama di makam Buyut Cili, leluhur Desa Kemiren dan menjelang malam mereka akan menggelar tumpeng sewu di sepanjang jalan Desa Kemiren.

Tags
tradisi
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved