Edukasi Seks pada Anak, Ini Cara Simpelnya

Sebagai orang dengan budaya ketimuran, kita memegang norma kesopanan dengan menjaga cara berpakaian, perbuatan, dan ucapan.

Edukasi Seks pada Anak, Ini Cara Simpelnya
perempuan.com
ilustrasi

SERAMBIUMMAH.COM - Sebagai orang dengan budaya ketimuran, kita memegang norma kesopanan dengan menjaga cara berpakaian, perbuatan, dan ucapan. Kita juga mengenal hal-hal tabu yang tidak pantas dibicarakan apalagi diceritakan kepada anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Salah satu hal tabu adalah tentang seks. Tapi, banyak ahli berpendapat bahwa seks harus dikenalkan pada anak sedini mungkin dan bila mereka bertanya, Anda harus siap menjawabnya.

Hal ini untuk mencegah mereka mencari tahu dengan cara yang salah dan cenderung coba-coba. Jadi, sudah kewajiban sebagai orangtua untuk memberikan edukasi seks pada anak.

Kenalkan dengan membandingkan dengan orang sekitar

Edukasi seks tidak melulu tentang hubungan intim suami istri, tapi tentang organ genital, pengenalan jenis kelamin, serta masa puber. Pada umur 3 tahun atau di mana anak bisa berkomunikasi dengan baik, Anda harus mengenalkan tentang jenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan cara membandingkan dengan teman dan orang sekitarnya.

Anda bisa berkata ‘Dek Ira itu anak perempuan, Kak Toni anak laki-laki, Papa juga laki-laki seperti Kak Toni, dan Mama perempuan seperti Dek Ira.’

Pengenalan tersebut juga harus disertai penjelasan tentang bagaimana ciri-ciri perempuan seperti memakai rok atau celana dan mukena ketika beribadah, sedangkan laki-laki memakai celana dan sarung saat solat.

Pendidikan seks selanjutnya diterapkan dengan cara bagaimana mereka membersihkan organ genital sehabis buang air kecil dan besar. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan organ genital juga berpengaruh pada kesehatan mereka.

Ajari anak untuk ‘malu’ dengan vagina dan dadanya pada anak perempuan, dan penis pada laki-laki. Tidak mengucapkan nama organ vital tersebut di depan umum juga harus diajarkan agar norma kesopanan tetap terjaga.

Jelaskan pada saat anak beranjak dewasa

Ketika anak beranjak dewasa, siapkan mereka untuk mengalami pubertas. Jelaskan pada anak perempuan dan laki-laki anda bahwa menstruasi dan mimpi basah adalah hal wajar yang dialami semua orang.

Siapkan pula mental mereka yang sering kali labil dan perubahan fisik drastis yang biasanya membuat mereka kurang percaya diri. Dan, ketika mereka sudah mengenal lawan jenis, kenalkanlah tentang hubungan seks yang harus dilandasi cinta dan ikatan perkawinan.

Anda bisa menjelaskan secara ilmiah karena kurikulum di sekolah pun mengajarkan demikian. Dengan pemahaman yang cukup, anak tidak akan terperangkap dalam pergaulan bebas. (prc)

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved