Pernikahan ala Siti Nurbayah

Pensyariatan nikah dari hadits adalah berupa perkataan, perbuatan dan persetujuan nabi. Adapun ijma, maka kaum muslimin sepakat

Pernikahan ala Siti Nurbayah

SERAMBI UMMAH.COM – Pernikahan adalah sunnah Nabi yang suci, dengannya kedua insan dapat memadu kasih dengan halal dan diridhoi oleh Allah ta’ala. Pernikahan adalah diantara nikmat Allah yang sepatutnya disyukuri oleh setiap insan, karena dengan sebab pernikahan, banyak manfaat yang akan didapatkan.

Allah ta’ala mensyariatkan nikah dalam firmanNya,

“Maka nikahilah perempuan-perempuan yang kalian sukai.” (QS. An-Nisa : 3)

Pensyariatan nikah dari hadits adalah berupa perkataan, perbuatan dan persetujuan nabi. Adapun ijma, maka kaum muslimin sepakat adanya pensyariatan pernikahan, dan Allah ta’ala telah memotivasi manusia untuk segera menikah, karena menikah memiliki kebaikan yang sangat besar dan dapat mencegah dari bahaya yang besar. Allah ta’ala berfirman,

“Dan nikahkanlah orang-orang yang bersendirian diantara kalian.” (QS. An-Nuur : 32)

Dalam ayat ini, kata mencakup orang-orang yang masih bujangan, perawan, janda maupun duda, dan sebagian ahli tafsir mengatakan ayat ini diperuntukkan kepada para wali untuk segera menikahkan orang-orang yang tidak menikah, baik masih bujang atau sudah duda. Sehingga dari hal ini, sungguh salahlah perkataan orang terhadap orang-orang yang telah duda atau janda karena ditinggal mati pasangannnya dengan dikatakan laki-laki atau perempuan yang tidak setia jika mereka menikah kembali.Ayat ini juga menunjukkan adanya perintah kepada seluruh kaum muslimin untuk menyuruh orang-orang yang masih bersendiri untuk menikah dan membantu pernikahan mereka.

Manfaat Disyariatkannya Pernikahan

 Dalam suatu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang meninggalkan sunnahku maka ia bukan umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Hendaklah kalian menikah supaya jumlah kalian banyak, karena aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat yang lain di hari kiamat.” ( HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya)

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved