Ini Tanda Orangtua Tak Dekat dengan sang Buah Hati

Perilaku anak yang tak bisa lepas dari benda kesayangannya, misalnya boneka, selimut bayi, bantal, dan sebagainya

Ini Tanda Orangtua Tak Dekat dengan sang Buah Hati
kompas.com
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM – Perilaku anak yang tak bisa lepas dari benda kesayangannya, misalnya boneka, selimut bayi, bantal, dan sebagainya, disinyalir sebagai tanda bahwa hubungan orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Apa pasal?

Menurut Janie Lacy, Mental Health Counselor, anak tak bisa lepas dari benda kesayangannya disebabkan oleh karena merasa tidak dekat dengan orangtua. Benda kesayangan itu menjadi alat bagi mereka untuk merasa nyaman, yang mana hal ini sewajibnya didapatkan anak dari orangtua.

Alhasil, benda kesayangan pun menjadi subtitusi “sosok” atau “alat” pelindung mereka saat berada di lingkungan baru. Apabila benda tersebut tidak ada atau jauh dari pandangannya, anak jadi gelisah, tidak bisa diam, dan tak jarang menangis sembari menjerit-jerit.

Lacy mengatakan bahwa membangun hubungan antara anak dan orangtua merupakan sebuah tantangan tersendiri di era modern seperti sekarang. Pasalnya, sebagian besar keluarga memiliki ayah dan ibu yang sama-sama bekerja dari pagi hingga senja. Alhasil, komunikasi anak pada orangtua pun terasa kaku dan kurang terbuka.

Untuk mengatasi situasi yang demikian, Lacey menyarankan agar selain sering membuka percakapan, orangtua juga harus menunjukkan kasih sayang lewat sentuhan. Ini bisa direfleksikan lewat ritual tos (high five), pelukan di pagi hari, kecupan di malam hari saat mereka sudah terlelap, atau usapan di kepala.

Sentuhan tulus dan penuh kasih sayang dari orangtua pada anak, menciptakan perasaan nyaman dan membuat anak merasa memiliki pelindung yang bisa diandalkan. Alhasil, saat bersama orangtua, anak tak lagi memerlukan kehadiran benda kesayangannya tersebut.

Selain menumbuhkan perlindungan, sentuhan sarat kasih sayang juga membuat anak merasa mereka adalah bagian terpenting dalam kehidupan Anda. Hal tersebut sangat bermanfaat kelak anak beranjak remaja dan menghadapi masalah, nantinya mereka lebih memilih membicarakannya pada Anda dibandingkan kepada orang lain.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved