SerambiUmmah/

Dari Mahasiswa Islam untuk Indonesia Lebih Baik

berada dalam jeratan hutang luar negeri, pendidikan sekuler yang melahirkan generasi sekuler dimana pola pikir dan pola sikap

Dari Mahasiswa Islam untuk Indonesia Lebih Baik

SERAMBI UMMAH.COM – Puluhan ribu mahasiswa Islam Indonesia dari berbagai gerakan akan berkumpul memadati Monumen Nasional pada tanggal 2 November nanti untuk mengikuti acara puncak Indonesia Congress Of Muslim Students (ICMS) 2014 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Acara ICMS ini diselenggarakan juga di 73 kota di Indonesia mulai tanggal 17 Oktober kemarin. Acara yang mengambil tema “We Need Khilafah, Not Democracy” ini merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan mahasiswa Islam Indonesia terhadap kondisi bangsa yang carut marut ini.

Di Banten, pada hari Sabtu, 18 Oktober 2014, ratusan mahasiswa berkumpul di depan Kantor Gubernur Banten dalam acara ICMS 2014. Selain Serang – Banten, Kota lain yang telah menyelenggarakan ICMS 2014 ini adalah Bandung, Pangkal Pinang-Babel, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta, Banda Aceh, dan lain-lain. Mereka membeberkan fakta bahwa Indonesia sejak kemerdekaan hingga sekarang, kesejahteraan rakyat masih jauh panggang dari api.

Indonesia masih berada dalam jeratan hutang luar negeri, pendidikan sekuler yang melahirkan generasi sekuler dimana pola pikir dan pola sikapnya jauh dari nilai-nilai agama, angka aborsi remaja karena gaul bebas mencapai 2,5 juta, korupsi berjama’ah masih terus berlanjut, penjarahan kekayaan alam atas nama investasi dan dilegalkan oleh UU masih terus terjadi, sekitar 76 UU sarat kepentingan asing, dan hegemoni asing di semua sektor masih mencengkram negeri ini.

Mahasiswa Islam Indonesia dalam acara ICMS ini menjabarkan bahwa telah terjadi pergantian rezim berulang kali namun perubahan menuju ke arah yang lebih baik tidak lah terjadi. Hal tersebut disebabkan karena pergantian rezim selama ini tidak dibarengi dengan pergantian sistem yang diberlakukan di negeri ini. Sehingga wajar jika cita-cita untuk mensejahterakan rakyat, melindungi dan memanfaatkan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat tidak pernah terwujud. Penguasa yang terus berganti merupakan antek-antek asing yang tunduk kepada ‘tuannya‘. Sehingga kekayaan alam dikeruk pun diam saja bahkan mempersilahkan. Apalagi ketika MEA diberlakukan tahun 2015, kondisi Indonesia akan semakin terpuruk. Untuk itu dibutuhkan para pejuang yang tangguh dalam memperjuangkan solusi terbaik untuk Indonesia lebih baik.

Mahasiswa Islam menyadari bahwa kesalahan yang terjadi di negeri ini adalah ketika penerapan sistem Kapitalisme – demokrasi masih tetap bercokol. Mereka menyerukan untuk mengganti sistem demokrasi dengan sistem Khilafah. Maka, acara ICMS ini dalam rangka mengarahkan peran strategis mahasiwa dalam mengawal perubahan ke arah yang tepat, yaitu Syariah dan Khilafah sebagai solusi bagi seluruh persoalan Indonesia dan Dunia.

Resolusi Untuk Indonesia

Seruan membahana dari berbagai gerakan mahasiswa untuk mengganti sistem demokrasi dengan Khilafah adalah bentuk kecintaan mereka pada negeri ini dan keseriusan mereka dalam perjuangan yang didasarkan pada kesadaran dan tanggung jawab. Mereka menuntut kepada pemerintahan baru dengan 5 tuntutan sebagai resolusi untuk Indonesia lebih baik. Lima tuntutan tersebut adalah sebagai berikut:

    Segera mengembalikan tambang emas Papua, Blok Cepu, Blok Mahakam, Blok Natuna dan kekayaan alam lainnya yang dikuasai asing kepada rakyat dan dikelola negara secara penuh dengan seluruh hasilnya digunakan untuk memberikan jaminan sosial dan kesejahteraan rakyat.
    Hentikan pinjaman luar negeri dan hutang riba, wujudkan 3000 Trilyun APBN surplus yang berasal dari pendapatan kekayaan alam, zakat, fa’i dan jizyah untuk memberikan jaminan kebutuhan sandang, pangan dan papan serta kesehatan, pendidikan gratis dan berkualitas.
    Memindahkan seluruh investasi di sektor non riil yang diharamkan kepada sektor riil sehingga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menyelesaikan 7,24 juta pengangguran dan 47 juta rakyat di bawah garis kemiskinan.
    Melarang seluruh bentuk pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi yang telah menimbulkan 2,5 juta aborsi karena hamil diluar nikah, narkoba, lokalisasi, perzinaan dan kriminalitas lainnya dengan penerapan sistem pergaulan Islam.
    Sesungguhnya rakyat telah merasakan dan menyadari kerusakan serta bobroknya sistem demokrasi dan liberal kapitalis ini, karenanya mahasiswa Islam menuntut kepada rezim Jokowi untuk segera mengganti sistem demokrasi dengan sistem Islam dalam kepemimpinan Khilafah berdasarkan metode kenabian yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi Islam!

Mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai Agent of Change memiliki kemampuan untuk mengawal perubahan ke arah yang tepat, yaitu perubahan sistem, Syariah dan Khilafah sebagai solusi satu-satunya untuk seluruh persoalan Indonesia dan Dunia. Mereka mampu menggulirkan bola salju dakwah ke tengah-tengah masyarakat.

Mereka yakin, bola salju dakwah akan terus menggelinding dan membesar, menggilas siapa saja yang menghalangi dakwah dan menyeret siapa saja yang jiwanya ikhlas menerima dakwah Islam. Meski banyak yang membenci, menghalangi dan merintangi laju dakwah Islam, mereka tetap yakin akan idealisme yang lahir dari kekuatan visi ideologi Islam yang mereka emban.

Tak gentar sedikitpun apalagi mundur dari jalan dakwah yang telah memuliakan mereka. Tentu saja kekuatan, keberanian mereka melangkah menapaki jalan dakwah yang penuh duri ini adalah hasil tempaan pembinaan yang selama ini mereka ikuti.

Penancapan aqidah dan tsaqafah Islam dalam jiwa-jiwa mereka telah melahirkan kekuatan yang tak terbendung, membakar semangat yang menggelora untuk menyebarkan ideologi Islam ke tengah-tengah masyarakat, karena mereka menyadari menciptakan arus perubahan adalah kontribusi mereka sebagai konsekuensi dari keimanan yang menancap dalam jiwa-jiwa mereka. Mereka akan tetap bersatu, bergerak untuk menegakkan Ideologi Islam. Wa Allahu ‘alam. (arc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help