Menag: Dituntut Kedewasaan Mempedomani Akidah

Tidak boleh ada pemaksaan penggunaanpakaian atau atribut keagamaan serta ritual suatu agama terhadap pemeluk agama

Menag: Dituntut Kedewasaan Mempedomani Akidah
serambiummah.com/net
MenteriAgama Lukman Hakim Saifuddin ketika memberi sambutan pada workshop peningkatan kapasitaskelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jakarta, Kamis (11/12) malam. 

SERAMBIUMMAH.COM - MenteriAgama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kedewasaan setiap pemeluk agama dalam mempedomani akidah dan keimanan menurut agamanya masing-masing sangat dituntut.

“Tidak boleh ada pemaksaan penggunaanpakaian atau atribut keagamaan serta ritual suatu agama terhadap pemeluk agama yang berbeda, baik pada lingkungan kerja atau lembaga pendidikan,” kata Menag ketika memberi sambutan pada workshop peningkatan kapasitaskelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jakarta, Kamis (11/12) malam.

Sebelum membuka acara tersebut, kepadasejumlah media massa, Menag mengatakan bahwa inti dari kerukunan dan toleransi antar-umat beragama ialah saling mengerti dan memahami. Bukan saling meleburatau mencampurbaurkan identitas, atribut, simbol dan ritual keagamaan yangberbeda.

Pemerintah, ia menegaskan, tidak pernahmengarahkan kebijakan kerukunan dalam pemahaman rancu, seperti yang kerapmenjadi isu sensitif di masyarakat. “Saya ingin memberi ilustrasi,seorang Muslim tidak usah dituntut menggunakan kalung salib atau topisinterklas demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan non-Muslim tidakperlu dipaksa berjilbab demi menghormati Idul Fitri,” kata Menag didampingi Sekjen Kemenag Nur Syam dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mubarok.

Untuk menjamin kebebasan beragama danmemelihara kerukunan umat beragama, menurut Menag, pemerintah tidak mungkinbekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Di antara elemen masyarakat yang salama ini sudah turut andil dalam melaksanakan tugastersebut adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

FKUB merupakan forum strategis karena anggotanya terdiri dari para tokoh lintas agama di setiap provinsi dankabupaten/kota, sekaligus representasi resmi majelis-majelis agama. Dengan jumlah total 498 FKUB di seluruh Indonesia, menurut dia, tidak berlebihan jikaorganisasi ini sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar.

Menteri Lukman berharap jejaring FKUB networking”>FKUB dapat dikembangkan sehingga semua pihak yang berkepentingandengan isu kerukunan dapat menjadikan jaringan itu sebagai narasumber utama.Bahkan diharapkan untuk kepentingan indeks kerukunan beragama (interreligiousharmony index) di Indonesia.

“Jaringan FKUB bisa dimanfaatkansebagai lembaga penyedia data yang representatif dan kompeten,” iamenambahkan.

Menteri berjanji sekiranya semua elemen bangsa memberikan kontribusi, terutama untuk menciptakan kerukunan umatberagama, sudah sewajarnya jika pada 2015 Kementerian Agama memberikan“Harmony Award” bagi elemen-elemen masyarakat yang memiliki komitmen terhadap kerukunan umat beragama.  “Apakah itu dari kalangan pemimpin daerah, insan jurnalis dan FKUB,” katanya.(kmng)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved