MUI: Tahun Lalu 5 Juta Kembang Api Dibakar, Inikan Mubazir

Tengku Zulkarnain melanjutkan, kaum Muslim perlu memanfaatkan hari libur 1 Januari

MUI: Tahun Lalu 5 Juta Kembang Api Dibakar, Inikan Mubazir
serambiummah.com/kompas.com
Ilustrasi perayaan tahun baru

SERAMBIUMMAH.COM, JAKARTA - Umat Islam perlu mengisi tahun baru dengan kegiatan yang positif. Ini termasuk, mengikuti tabligh di masjid-masjid.

“Misalnya, saya apresiasi apa yang diselenggarakan Republika nanti di Masjid At-Tin (31 Desember 2014 malam),” tutur KH Tengku Zulkarnain, Ahad (14/12).

Tengku Zulkarnain melanjutkan, kaum Muslim perlu memanfaatkan hari libur 1 Januari mendatang secara islami. Misalnya, dengan beristirahat di kediaman masing-masing. Atau lebih baik lagi bila umat Islam mengapresiasi hari libur itu menjadi waktu yang tepat guna dan menjauhi sikap mubazir.

“Seperti biasanya, perayaan Tahun Baru (Masehi) diiringi pesta kembang api. Tahun kemarin, di Jakarta saja dibakar lima juta kembang api seharga lima miliar rupiah. Ini kan sia-sia,” ungkap KH Tengku Zulkarnain.

MUI sendiri, demikian KH Tengku Zulkarnain, tidak membuat fatwa terkait pelarangan perayaan Tahun Baru Masehi. Hanya saja, MUI mengimbau seluruh umat Islam Indonesia agar tidak turut merayakan momen tersebut.

Apalagi dengan nuansa hura-hura. Sebab, dalam agama Islam, kata KH Tengku Zulkarnain, pada tiap perayaan hari besar, yang diutamakan ialah sarana introspeksi diri kolektif. Sehingga, muncul perbaikan masyarakat untuk ke depannya.

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved