Home »

Sunah

Kehebatan dan Keagungan Rasulullah SAW

Dalam pidatonya itu, Bung Karno secara gamblang dan panjang lebar menjelaskan dengan membandingkan kesuksesan

Kehebatan dan Keagungan Rasulullah SAW
serambiummah.com/net
Kaligrafi Rasulullah SAW 

SERAMBIUMMAH.COM - Ketika saya mendengarkan rekaman pidato Bung Karno pada peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw di Istana Negara tahun 1957, dimana waktu itu didampingi Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri (ayahanda Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin), saya baru menyadari kalau bapak proklamator itu memang benar-benar mempelajari secara mendalam sejarah Islam terlebih lagi sejarah Rasulullah Muhammad Saw.

Dalam pidatonya itu, Bung Karno secara gamblang dan panjang lebar menjelaskan dengan membandingkan kesuksesan dan kehebatan Nabi dalam memimpin dengan para pemimpin lainnya yang mampu mengubah sejarah dunia. Akhirnya kesimpulannya adalah para pemimpin dunia itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kehebatan dan kesuksesan Nabi dalam memimpin masyarakatnya.

Nabi Muhammad Saw adalah manusia agung dan hebat yang tiada banding dan tanding dalam mengubah sejarah dunia. Nabi telah melakukan revolusi secara besar-besaran dan mendasar tidak hanya terhadap bangsa Arab tetapi juga dunia.

Melalui dakwahnya, Nabi mampu mengubah secara mendasar masyarakat Arab jahiliyah yang semula mengagungkan kemusyrikan, tidak menghargai wanita, menginjak-injak HAM, perzinahan sudah menjadi kebiasaan, pembunuhan menjadi kebangaan bahkan terhadap anak wanitanya sendiri, riba merajalela, serta minum minuman keras dan judi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka dakwah Islam yang dibawa Nabi sukses mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan tersebut. Hanya dalam waktu singkat 23 tahun, Nabi berhasil menjadikan bangsa Arab menjadi bangsa yang memimpin peradaban dunia. Bahkan umat Islam mampu memimpin dunia hingga runtuhnya Kekhalifahah Turki Usmani tahun 1924 lalu.

Dalam waktu singkat dibawah Kekhalifahan Umar bin Khattab, umat Islam mampu menaklukkan dua kekuatan super power dunia, Romawi dan Persia. Hingga sekarang bekas wilayah Romawi dan Persia itu tetap memeluk Islam dan insya’Allah sampai akhir zaman besok. Sementara dienul Islam yang didakwahkan Nabi mampu menarik 1,8 miliar umat manusia dari 7,5 miliar penduduk dunia, dimana sekarang ini Islam menjadi agama terbesar dengan jumlah pemeluknya di dunia. Jumlah pemeluk Islam diperkirakan akan terus bertambah, meski segala dana, daya, upaya, tenaga dan fikiran dikerahkan untuk mendiskreditkan dan mengkerdilkan umat Islam melalui black campaign dengan label-label yang mengerikan, namun pemeluk Islam bukannya berkurang justru terus bertambah termasuk di Asia, Afrika, Australia serta daratan Eropa dan AS.

Salah satu kunci sukses dakwah Nabi adalah karena Islam sebagai agama Tauhid yang dibawa Nabi mengajarkan hanya menyembah kepada Allah Swt semata, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan pencipta seluruh alam semesta. Nabi selalu mengajarkan kepada umat Islam agar berdakwah dengan cara damai, bukan dengan kekerasan, sebab tidak ada paksaan dalam agama. Maka tidaklah mengherankan jika umat manusia dengan tulus ikhlas dan sukarela tanpa paksaan menerima Islam secara terbuka, sejak dari Marroko hingga Merauke, sejak dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Inilah salah satu rahasia kesuksesan dakwah Islam, sebab Islam adalah agama rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam.    

Dakwah Nabi itu dicontoh para Walisongo, sehingga mereka sukses meng-Islam-kan Pulau Jawa yang sebelumnya menjadi Pulau Hindu dan Budha, serta menjadi basis menyebaran kedua agama syirik itu ke seluruh Nusantara melalui Kerajaan Majapahit yang berpusat di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Keberhasilan dakwah Walisongo itu juga didukung dengan kekuatan politik Kasultanan Demak yang didirikan Sultan Fatah, putra Raja Brawijaya V dari permasuri Putri Campa. Raja Brawijaya V adalah Raja Kerajaan Majapahit terakhir sebelum runtuh sebagai akibat konflik dan intrik politik serta perebutan kekuasaan di kalangan elite Kerajaan Hindu yang mampu bertahan selama lebih dari 200 tahun tersebut.  

Manusia Hebat

Rasulullah Muhammad Saw bukanlah sembarang manusia, tetapi dia adalah manusia hebat dan agung sehingga diberi kepercayaan Allah Swt untuk menerima wahyuNya melalui Malaikat Jibril. Dienul Islam yang dibawa Nabi akan menjadi agama besar bahkan terbesar dan mampu mengungguli dan mengalahkan agama-agama kafir buatan manusia di muka bumi ini.

Maka tidaklah mengherankan jika seorang sosiolog sosialis Perancis-AS, Michael Hard, dalam bukunya “100 Tokoh” yang terbit perdana tahun 1979 lalu, setelah mengadakan riset bertahun-tahun terhadap riwayat hidup para tokoh kaliber dunia, akhirnya berkesimpulan dan mengakui bahwa Nabi Muhammad Saw adalah tokoh nomor wahid diantara 100 tokoh besar yang telah membuat perubahan dalam sejarah peradaban dunia.

Karena begitu hebatnya Rasulullah Muhammad Saw, ribuan tahun sebelum kelahirannya sudah banyak yang menanti-nantikannya. Bahkan bapak segala Nabi dan Rasul, Nabi Ibrahim As, setelah selesai membuat Ka’bah bersama puteranya Nabi Ismail As, maka Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah Swt:

“Tuhan kami, jadikanlah kami berdua menjadi orang yang patuh kepada Engkau, dan jadikanlah dari keturunan kami umat yang juga patuh kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepada kami jalan, dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang. Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari golongan mereka yang akan membacakan kepada mereka keterangan-keterangan Engkau dan mengajarkan Kitab dan kebijaksanaan kepada mereka dan mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Bijaksana”. (Surat Al-Baqoroh, ayat 128-129).

Adapun seorang Rasul yang dimintakan Nabi Ibrahim As tersebut adalah Nabi Muhammad Saw sendiri, sebagaimana sabdanya: ”Akulah yang didoakan bapakku Ibrahim As”. (Al Hadist).

Bahkan 6 abad sebelum kelahirannya, Nabi Isa bin Maryam telah memproklamirkan akan lahir seorang Rasul yang bernama Ahmad (Muhammad) sebagaimana disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur’an:

“Dan Perhatikanlah ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku ini Rasul Allah untuk kamu, membenarkan wahyu yang (diturunkan) sebelum aku yakni Taurat, dan menyampaikan berita gembira akan kedatangan seorang Rasul sesudahku, namanya Ahmad”. Tetapi setelah Rasul itu datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang terang, maka meraka berkata:“inilah sihir yang nyata.”(Abdul Halim/VOA_Isl)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help