Suami Anda Pendiam, Ummi?

Wajar mungkin jika suami jadi malas bicara jika berbicara dengan isterinya tidak mendapat respon yang baik atau tidak nyambung sesuai harapannya

Suami Anda Pendiam, Ummi?

SERAMBI UMMAH.COM - ADA apa dengan suami pendiam? Apakah ada suatu masalah dalam dirinya atau mungkin topik pembicaraan yang diminati suami tidak dikuasai oleh ibu? Kemungkinan permasalahan tersebut banyak kita jumpai di masyarakat yang sudah bersuami istri.

Wajar mungkin jika suami jadi malas bicara jika berbicara dengan isterinya tidak mendapat respon yang baik atau tidak nyambung sesuai harapannya.

Berdasarkan penelitian, laki-laki dengan wanita memang berbeda dalam pola pikir maupun penyelesaian masalah. Perempuan cenderung lebih suka bicara jika sedang ada masalah, sedangkan laki-laki cenderung memilih sikap diam untuk memikirkan sendiri jalan keluar masalahnya. Jadi jika suami ibu lebih banyak diam ketika bermasalah memang karakter umum yang terdapat pada laki-laki.

Keadaan yang memengaruhi suami menjadi pendiam diantaranya karena ketidaktahuannya atas apa yang rasakan selama ini atas dirinya bisa juga diartikan diam memang pendiam atau diam disebabkan malu.

Namun sebagian wanita berpendapat bahwa lelaki pendiam itu lebih berbahaya. Psikologinya, lelaki pendiam lebih memendam rasa, justeru sukar difahami berbanding lelaki bising selalunya meluahkan rasa dan ini memberikan kelegaan.

Ada cara untuk mendapatkan respon yang baik dari pasangan yang dingin. Di antaranya:

Anda perlu belajar mencintai hobi pasangan anda,dengan menceritakan hal memancing pasti suami akan bersemangat menceritakan kegilaannya itu. Jadikan diri anda teman yang hangat untuk berkongsi kegembiraan. Tentu komunikasi akan berjalan segar.
Jadilah pendengar yang bijak.

Suami pantang dinasihati secara terbuka. Kadang-kadang dia hanya mau isterinya mendengar kata hatinya tapi jangan sesekali mengarahkan atau mengawal begini dan begitu. Kalau Anda telah menjadi pendengar yang baik, suami akan merasa tenang jika dapat mencurhatkan permasalahannya kepada Anda. Tapi jika Anda terlalu memaksanya untuk mengikut nasihat Anda, apatah lagi dengan memandang rendah usahanya, sebenarnya Anda telah memutuskan hubungan komunikasi secara paksa.

Manfaatkan waktu sebaik mungkin, untuk bersenda gurau. Jangan jadikan anak sebagai alasan Anda dan suami tidak bisa bermesraan. Suami juga punya rasa cemburu kepada anaknya. Kalau isteri asyik mengurus anak saja, pasti suami bosan. Suami juga mau dibelai, diusik dan dimanja. Sebaiknya, setiap hari Anda mesti meluangkan waktu duduk bersamanya atau sekadar menemani membaca. Kalau bisa, buat aktivitas di luar rumah. Jangan asyik duduk terperangkap dalam rumah mendengar kebisingan anak-anak.

Sediakan waktu untuk suami kerana dia ingin bergembira bersama Anda. Dan sebaiknya tidak menuntutnya berlebihan dan kedepankan juga pengertian dan toleransi, karena meski di satu sisi ada karakter suami yang tidak disukai tentu banyak juga hal positifnya juga.

Dan di situlah kesabaran dan kesetiaan menjadi isteri yang shalihah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah dalam mendampingi suami dengan tulus dan ikhlas. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved