5 Hal Ini Membuat Gairah Suami-Istri Turun

Konsumsi Obat-obatan. Obat-obatan kimia secara langsung memengaruhi gairah jima. Zat-zat penyusun obat biasanya akan mengganggu kinerja saraf

5 Hal Ini Membuat Gairah Suami-Istri Turun

SERAMBI UMMAH.COM - BAGI pasangan suami-istri, jima merupakan hal yang penting. Selain juga menyalurkan hajat dan kecenderungan yang diberikan oleh Allah SWT, berjima juga membuat sehat tubuh jika dilakukan dengan pasangan yang sah dan halal. Namun bagaimana jika ternyata pasangan suami-istri mengalami penurunan gairah dalam berjima?
Laporkan iklan ?

Ada beberapa hal yang sekiranya berhubungan langsung menurunkan gairah jima. Dikutip dari situs webmd, berikut petikannya:

1. Stres. Sudah sangat lazim bahwa menurut ahli psikologi bahwa stres lebih berbahaya daripada jantung dan kanker sekalipun. Ini karena stres secara diam-diam bisa membunuh Anda. Stres atau merasa tertekan bisa timbul karena banyak faktor di antaranya masalah finansial, utang, pekerjaan, dan lain-lain. Stres yang tidak dikendalikan akan berdampak pada kesehatan termasuk mematikan gairah jima. Jadi jangan heran jika Anda sedang bermasalah, biasanya gairah jima Anda juga ikut bermasalah.

2. Kurang Istirahat. Tidur adalah cara tubuh beristirahat akibat kelelahan. Tubuh yang lelah tentu tidak akan memiliki energi untuk membangkitkan gairah jima. Oleh karenanya orang-orang yang insomnia bisa dipastikan memiliki masalah dengan gairah jima atau bahkan lebih gawat, memiliki masalah dengan maaf, ereksi—untuk pihak suami tentunya. Jadi jika ingin jima Anda lebih bergairah, maka perbaikilah kualitas tidur Anda.

3. Konsumsi Obat-obatan. Obat-obatan kimia secara langsung memengaruhi gairah jima. Zat-zat penyusun obat biasanya akan mengganggu kinerja saraf yang bertanggung jawab terhadap urusan jima. Saraf menjadi tidak sensitif sehingga tidak dapat memerintahkan tubuh untuk bereaksi terhadap rangsangan yang diterima. Obat-obatan anti depresi, anti histamin, kemoterapi dan pengobatan penyakit tekanan darah berpengaruh terhadap menurunnya gairah penderita.

4. Tidak Percaya Diri. Faktor emosional berperan aktif dalam membangun rangsangan. Jika dari dalam telah timbul pikiran-pikiran negatif maka keinginan berhubungan dengan suami atau istri juga menjadi tidak ada. Jika Anda merasa tidak percara diri karena merasa bentuk tubuh tidak indah, secara langsung pikiran tersebut akan memengaruhi kinerja tubuh Anda.

Dampaknya adalah Anda akah kehilangan gairah jima saat itu juga. Sebagai keluarga muslim, apalagi jika usia pernikahan Anda sudah puluhan tahun, percayalah, hal itu sudah lewat. Namun, tetap, ada baiknya Anda merawat diri juga. Suami, misalnya, perhatikan jika ukuran pinggang sudah kelewat besar, sehingga istri Anda tidak begitu berkenan melihatnya. Bukankah suami pun selalu ingin melihat istrinya cantik?

5. Bermasalah dengan Pasangan. Salah satu faktor yang mematikan gairah jima adalah adanya masalah dengan pasangan suami atau istri. Misalnya istri mencurigai suami mau nikah lagi. Walaupun secara fisik tubuh istri sehat, tetapi jika kepala dipenuhi dengan pikiran taadud itu (walaupun boleh), namun gairah jima istri bisa jadi tidak akan bisa bangkit. Allahu alam.

Jika setelah 3 bulan berturut-turut gairah dan hasrat jimaual anda tetap menurun maka ada baiknya anda segera berkonsultasi ke dokter atau terapis jima untuk mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana mengobatinya. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved