Orator Remaja Syadad Bil Haq, Menjadi Ansharullah Sejak Kecil

anjuran Menkes tersebut sama saja maknanya dengan mengatakan berzina boleh asalkan pakai kondom.

Orator Remaja Syadad Bil Haq, Menjadi Ansharullah Sejak Kecil

SERAMBI UMMAH.COM - Bila remaja sebayanya menjadi korban dan pelaku pergaulan seks bebas, Syadad Bil Haq justru tampil menolaknya. Lebih dari itu, dengan tegas ia menentang kebijakan pemerintah yang seolah memberikan legitimasi untuk berzina.

“Menkes Cabul!” pekiknya saat berorasi Menolak Program Kondom Menkes dihadapan sekitar 400 siswa SMP dan SMA, Senin (25/06/2012) di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Warga Perum Pondok Timur Mas Blok E 2 No 1 Jakasetia, Bekasi, Jawa Barat,menggelari demikian lantaran Menteri Kesehatan, saat itu, Nafsiah Mboi menganjurkan pelaku seks beresiko —termasuk remaja yang bukan suami istri— untuk menggunakan kondom agar tidak tertular HIV/AIDS.

Menurut remaja yang kini duduk di kelas 3 SMP Bina Insan Mandiri Pondok Pesantren Al Ihsan, Nganjuk, Jawa Timur, anjuran Menkes tersebut sama saja maknanya dengan mengatakan berzina boleh asalkan pakai kondom.

Dalam berbagai kesempatan, remaja kelahiran Surabaya, 17 Maret 2000 memang kerap berceramah maupun berorasi. Dan menariknya, materi ceramah dan orasinya kerap terkait dengan masalah kekinian umat Islam.

Pada 27 Juni 2014 misalnya, ia bersama seratusan pelajar lainnya menggelar aksi simpatik di depan DPRD Kabupaten Nganjuk dengan tema: Pelajar Muslim Tolak BBM Naik.Sebulan sekali, ia pun bersilaturrahim dengan masyarakat sekitar PP Al Ihsan Baron Nganjuk dan mengisi ceramah di mushalah warga dengan isu-isu sosial dan solusinya dalam Islam.

Meski masih SMP, dengan percaya diri ia pun sering berorasi di depan mahasiswa. Misalnya, pada pembukaan training Leadership LDK IPB Bogor (2011) dan ceramah pembukaan kuliah umum di STAI PTDI (2011).

Prestasi belajarnya pun tidak ketinggalan, bahkan sejak masuk SMP, remaja yang memiliki kemampuan berceramah dalam bahasa Arab ini selalu masuk ranking 1 di sekolahnya. Dalam tiga tahun berturut-turut, ia selalu menjadi finalis olimpiade tingkat nasional kompetisi Fakhruddin Ar Razy Competition (FRC) di bidang Matematika dan ilmu keislaman pada 2014, 2013 dan 2012.

Pada 7 April 2015, ia berkunjung ke Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dengan menyampaikan ceramah dan testimoni Menjadi Ansharullah Sejak Kecil.Ia menceritakan, sejak kecil memang dididik oleh umi-nya yang juga aktivis dakwah —Ustadzah Endah Kartikarini (42 tahun)— untuk menjadi penolong agama Allah SWT (Ansharullah) dengan menyadarkan masyarakat akan wajibnya menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah.

Dalam kesempatan itu pula, ia menyatakan cita-citanya menjadi ulama pewaris Nabi, maka mengajukan beasiswa sebesar USD 1.700 untuk melanjutkan belajar ke Diraasah Khaashshah (sekolah setingkat SMA) Al Azhar, Kairo, Mesir.

Ketika ditanya mengapa jauh-jauh ke sana dengan lantang ia menjawab: “Ingin menjadi anak shalih bergelar Dr Syadad Bil Haq, Lc dan hafal 30 juz, mengusai tafsir, hadist, ushul fiqih, mahir bahasa Arab dan tsaqafah Islam lainnya sehingga mampu menjadi Ansharullah yang ikhlas dan lurus karena Allah semata.”

Untuk membantu mewujudkan cita-citanya tersebut, melalui Program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakal Al-Qur’an (BWA) menggalang donasi dari kaum Muslimin. Sehingga aset umat Islam ini dapat benar-benar menjadi orang besar yang tetap istiqamah menjadi Ansharullah dan kita semua turut mendapatkan curahan pahala dari Allah SWT dari setiap aktivitas dakwah yang dilakukannya. Aamiin. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved