Makna 6 x 6 = 37

Kelas mulai berseru-seru, kala pemandu memulai sesi bertanya. Kebetulan, ada persentasi kelompok hari ini. Bergilirlah pertanyaan-pertanyaan

Makna 6 x 6 = 37

SERAMBI UMMAH.COM - SUARA adzan berkumandang, sore keabuan itu. Udara menjadi basah, merengkuh hangat yang sejak siang tadi hadir. Terlebih badan dilumuri air wudhu, dingin sekali. Segera menempatkan posisi untuk menunaikan hutangku pada Rabb. Setelah melunasinya, aku dengan cekatan memadankan kemejaku dengan sebuah rok berbahan levis dan melengkapinya dengan kerudungku.

Lalu, berangkat ke kampus bersama temanku; pemilik kos. Maklum kala itu, aku sedang menumpangkan sisa waktu luangku menuju pergantian mata kuliah sore ini di kostnya.

Seperti biasa, kami menanti sang dosen tiba. Menanti jam-jam sore terhabiskan bersama ilmu. Sekitaran beberapa menit menunggu. Tak lama kemudian, terdengar suara klakson sang dosen dan disusul dengan penampakan mobil cantik berwarna putih itu. Bergegas masuk ruangan.

Suasana yang sedikit abu, ditambah riuh angin yang semilir itu mengajak mata-mata nakal ini menutup secara serantangan. Kalau sang dosen tak mampu menyiasati, mungkin seisi kelas habis terbawa mimpi.

Kelas mulai berseru-seru, kala pemandu memulai sesi bertanya. Kebetulan, ada persentasi kelompok hari ini. Bergilirlah pertanyaan-pertanyaan di terima; lalu sesaat kemudian dijawab dengan cekatan oleh regu ahli. Hingga akhirnya, sang dosen turun ke lapangan. Mengikutkan diri seraya menyampaikan jurus-jurusnya dalam setiap pembelajaran. Kali ini temanya adalah berhitung.

“Begini, ada hal yang ingin Bapak sampaikan kepada kalian. Coba dengarkan ini, yaa” pinta pak dosen, untuk segera memulai ceritanya.

Cerita ini mengisahkan si putih dan si hitam. Mereka berdua saling berteman; dengan baik. Si putih diberikan anugerah kecerdasan yang luar biasa, sedang si hitam tak memilikinya, ia terlihat agak bodoh (tidak pintar) dibanding si putih. Si putih tinggal di padepokan; tempat untuk menuntut ilmu. Ia juga terkenal dengan siswa kesayangan sang guru karena kecerdasannya.

Suatu hari, si hitam menghampiri si putih. Si hitam mengajak si putih bertaruh. Ia membuat semacam sayembara; jika nanti si hitam kalah, ia akan memenggalkan kepalanya. Dan jika si putih yang kalah, ia harus meninggalkan padepokan.

“Si putih, percayakah kamu 6×6=37?” tanya si hitam.

“Tidak, itu jawab yang salah. Jawaban yang benar adalah 36,” jawab si putih dengan kecerdasannya.

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help