Tambi, Pembawa Pesan Perdamaian dari Suriah

Permainan piano Tambi bertujuan untuk menyadarkan semua orang terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

Tambi, Pembawa Pesan Perdamaian dari Suriah

SERAMBI UMMAH.COM - SUATU hal yang menakjubkan bagi Tambi Assad Cimuk, salah satu pengungsi Suriah yang pindah ke Turki, kemudian menjadi seorang pianis terkenal di Washington DC. Tambi memainkan lantunan pianonya pada hari Kamis (15/5/2015 ) di Washington DC, AS.

Namun ada yang berbeda dari penampilan Tambi dibandingkan dengan pianis pada umumnya. Permainan piano Tambi bertujuan untuk menyadarkan semua orang terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

Dia menyampaikan kata-kata yang sangat menyentuh hati terkait konflik yang terjadi di negara asalnya tersebut. “Saya datang ke AS untuk memberitahu orang-orang bahwa perang masih terjadi di Suriah, dan rakyat semakin menderita karena perang itu,” tutur Tambi.

“Saya bukan jurnalis, dan bukanlah seorang prajurit,” tambahnya. “Saya mempunyai pesan untuk disampaikan kepada semua orang yang ada di sini melalui lantunan musik piano yang saya mainkan.”

Ada kisah menarik dalam perjalanan hidupnya. Ternyata musisi berusia 16 tahun ini dengan keluarganya pernah melarikan diri dari Suriah sekitar tiga tahun yang lalu untuk mencari perlindungan di Turki. Mereka ditempatkan di kota Turki Barat.

Dan yang luar biasa, ternyata Tambi baru bisa menyentuh piano untuk pertama kali dalam hidupnya. Namun sekarang dia digelari sebagai The Next Sergei Rachmaninoff. Rachmaninoff sendiri dikenal sebagia seorang pianis terbesar sepanjang masa.

Menurut Duta Besar Turki untuk AS, Serdar Kilic, yang berbicara sebelum konser Tambi dimulai, bahwa bakat musik Tambi adalah sebuah harapan bagi perdamaian perang sipil yang menghancurkan daerah-daerah di Suriah dan sekitarnya.

“Kami berharap bahwa konser ini dapat meningkatkan kesadaran yang lebih besar pada perdamaian bagi jutaan rakyat yang terus menderita karena konflik Suriah,” demikian Kilic. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help