Islam Rahmatan Lil Alamin Lebih Otentik Ketimbang Islam Nusantara

Kalau Islam Nusantara, nanti di Singapura saja sudah tidak diterima. Menggunakan nama lokal atau nasional saja, nanti yang lain tidak tercakup

Islam Rahmatan Lil Alamin Lebih Otentik Ketimbang Islam Nusantara

SERAMBI UMMAH.COM - ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi lebih memilih istilah “Islam rahmatan lilalamin” dari pada “Islam Nusantara”.

“Islam rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh alam) itu lebih otentik karena tercantum dalam Alquran sehingga tidak salah lagi,” kata mantan Ketua Umum PBNU itu kepada Antara di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (21/5/2015).
Laporkan iklan?

Ia mengaku pernah diajak PM Malaysia kala itu Abdullah Badawi untuk bergabung atau mendukung Islam Hadlori (berkemajuan), tapi tidak mau karena Islam sendiri memiliki istilah yang lebih pas dan tidak dibatasi oleh sekat-sekat wilayah.

“Kalau Islam Nusantara, nanti di Singapura saja sudah tidak diterima. Menggunakan nama lokal atau nasional saja, nanti yang lain tidak tercakup. Nanti ada Islam Amerika, Islam Manila dan lainnya. Kalau Islam rahmatan lilalamin paling jitu,” kata pengasuh Pesantren Al Hikam itu.

Menurut dia, Islam bukan hanya rahmat untuk orang Islam saja, tapi untuk seluruh alam. Kalau Islam ditegakkan secara benar, kata dia, semuanya akan tercakup dan terayomi.

“Semua akan merasa nyaman dan sejuk karena yang dirahmati adalah seluruh alam,” kata dia. (IPC)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved