Setiap Hari adalah Bonus Kehidupan

Jadi terasa aneh, puasanya belum apa-apa, datang juga belum, tapi yang diberitakan mudik dan baju baru! Nah loh, apakah ini salah?

Setiap Hari adalah Bonus Kehidupan

SERAMBI UMMAH.COM - Tanpa terasa sekarang kita sudah memasuki nisfu Sya’ban, malam pertengahan bulan Sya’ban, bulan pembuka pintu untuk Ramadham, bulan suci yang selalu ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh setaip muslim, karena begitu banyak hikmah yang terdapat di dalamnya, sampai-sampai bulan puasanya belum datang, tapi tiket kereta api untuk mudik lembaran sudah habis terjual! Coba apa hubungannya?

Baru bulan Sya’ban, ramadhan masih setengah bulan lagi, tapi untuk tiket kereta api mudik lebaran sudah habis terjual, bayangkan. Puasanya belum, tapi berita mudiknya sudah mendunia! Puasanya belum, tapi siapa yang mau ikut mudik pakai motor sudah diberitakan, siapa yang mau mudik dengan rombongan bus ini, bus itu, pakai perusahaan ini atau perusahaan itu sudah ramai diberitakan, luar biasa!

Jadi terasa aneh, puasanya belum apa-apa, datang juga belum, tapi yang diberitakan mudik dan baju baru! Nah loh, apakah ini salah? Tentu saja harus pakai kaca mata yang mana? “Kaca mata” social, budaya, ekonomi, politik atau keimanan? Kalau sudut pandang yang digunakan selain keimanan, maka jadilah yang seperti saat ini, puasa seperti kehilangan maknanya, karena ketika puasa yang diingat bukannya menjaga agar puasa tidak batal, sholat terawih, dzikir membaca Al Qur’an dan sebagainya, tapi waktu buka pakai apa? Rujak apa? Kue apa? Manisan apa? Dan lain sebagainya.

Begitu juga ketika lebaran tiba, baju baru apa, pakai sepatu apa, perhiasan yang bagaimana, dan seterusnya? Apakah salah? Ya tergantung cara pandangnya, kalau dilihat dari sisi social budaya, ini memang ciri khas Indonesia, lebaran atau Idul Fitri lebih ramai ketimbang hari raya Idul Adha atau hari Raya Kurban. Dengan dengan demikian ummat islam sebenarnya pangsa pasar terbesar di Indonesia, dalam segi bisnis ini sangat menguntungkan!

Coba lihat saja, belum lagi puasa, belum lagi datang bulan ramadhan, sudah ramai penawaran-penawaran berbagai macam perhiasan atau segala sesuatu yang akan dikenakan saat lebaran! Baiak melalui iklan di TV, internet, media social, HP, tab, dan lain sebagainya. Bayangkan itu, puasanya belum, tapi rencana sudah lompat ke hari lebaran, luar biasa!

Itulah hebatanya Islam, setiap kegiatan ibadahnyanya dapat mendorong perekonomian rakyatnya, penganutnya, bahkan pihak lain yang tak ada hubungannya dengan masalah iman, tapi ikut terdongkrak! Coba lihat apa hubungannya kereta api, bus malam, pesawat udara dan berbagai macam transportasi dengan keimanan? Tapi ketika musim mudik telah tiba, saat lebaran, seluruh jenis angkutan Darat, Laut dan Udara bergerak semuanya, dan coba hitung berapa dana yang tersedot di dalamnya, bukan hitungan sejuta dua juta, bukan semilyar dua milyar, tapi bisa trilyunan, dan itu baru satu aspek angkutan atau tranportasi.

Coba lihat lagi masalah pakaian, beritanya banyak jenis beragam pakaian baru dijual dan terjual pada saat sebelum lebaran, sampai-sampai menjelang akhir ramadhan yang terhadi begitu kotrandiksi dengan keimanan, mengapa? Karena yang ramai justru mall—mall, pasar-pasar, toko-toko dan lain sebagainya, sedangkan yang namanya masjid, mushollah, surau-surau justru sepi, barisana sholat terawih mengalami “kemajuan”, ya maju barisannya, yang tadinya, di awal ramadhan, sampai ke luar masjid atau mushollah orang pada sholat terawih, tapi ketika di akhir ramadhan hanya tinggal satu, dau tiga baris saja yang terawih!

Dan yang lebih repot lagi adalah, disaat bulan ramadhan, siang hari penjaja pakain begitu dramatis, obral besar-besaran, sampai teriak-teriak menjajakan pakaian atau barang dagangannya, sambil minum kemasan botol ringan, karena kehauasan, dan lupa kalau itu lagi bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah. Akh…. mungkin yang jualnya bukan muslim, tapi silahkan buktikan sendiri.

Ya bulan ramadhan, bulan suci yang akan terus berulang dan berulang, karena disaat itulah terjadi penggembelangan hawa nafsu manusia yang mengaku beriman, diuji! Apakah dapat menahan diri, dengan tidak berbuka dengan cara “balas dendam”! Lihat saja saat berbuka tiba, makanan di meja makan penuh dengan berbagai jenis masakan, manisan, kue dan lain sebagainya, saat siang dapat ditahan atau menahan dir, ketika berbuka, ibarat bendungan, jebol, sampai-sampai ketika diajak sholat terawih, tidak mau, karena kekenyangan dan ngantuk!

Bulan ramadhan tahun ini di Indonesia atau daerah atau negara tropis lainnya sama saja, pauasanya sekitar dua belas jam, tapi bagi negara yang berada dibelahan bumi Utara, termasuk Rusia akan mengalami puasa yang terpanjang di bulan Juni, tepatnya ditanggal 22-23 Juni, di saat itu siang terpanjang di belahan bumi Utara dan malam terpanjang di belahan bumi Selatan, Australia, Selandia Baru dan lain-lain.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved