Mengetahui 10 Keistimewaan Orang Zahid

orang yang beriman tidak akan bersahabat karib dengan orang yang melawan perintah Allah meskipun ia adalah bapak, anak, saudara atau keluarganya

Mengetahui 10 Keistimewaan Orang Zahid

SERAMBI UMMAH.COM - TAHUKAH Anda dengan orang zahid? Ya, mereka adalah orang yang memalingkan diri dari kesenangan dan kenikmatan duniawi. Sudahkah kita seperti mereka? Jika belum, sangat disayangkan sekali lho, karena orang yang zahid memiliki keistimewaan tertentu. Apa sajakah itu?

Salah seorang cendekiawan berkata, “Kemuliaan orang zahid itu ada sepuluh hal, yaitu:

1. Memusuhi setan itu merupakan suatu kewajiban atas dirinya, karena Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh,” (QS. Fathir: 6).

2. Tidak melakukan sesuatu perbuatan kecuali dengan hujjah atau dalil yang dapat dipertanggungjawabkan nanti pada hari kiamat, karena Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Tunjukkan bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar’,” (QS. Al-Baqarah: 111).

3. Mereka mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mati, karena Allah berfirman, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati,” (QS. Ali Imran: 185).

4. Mereka cinta dan benci karena Allah, karena Allah berfirman, “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung,” (QS. Al-Mujadilah: 22).

Maksudnya, orang yang beriman tidak akan bersahabat karib dengan orang yang melawan perintah Allah meskipun ia adalah bapak, anak, saudara atau keluarganya.

5. Mereka senantiasa beramar makruf dan nahi mungkar, karena Allah berfirman, “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah),” (QS. Luqman: 17).

6. Mereka senantiasa mengambil pelajaran dan berfikir tentang makhluk ciptaan Allah, karena Allah berfirman, “Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi,” (QS. Ali Imran: 191).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman, “Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!” (QS. Al-Hasyr: 2).

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved