Ternyata Non-Muslim di Saudi Saja, Hormati Bulan Puasa Lho

ramadhan adalah bulan pelatihan spiritual dimana mereka melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk lebih dekat dengan Allah

Ternyata Non-Muslim di Saudi Saja, Hormati Bulan Puasa Lho

SERAMBI UMMAH.COM - BULAN Ramadhan akan dimulai pada hari Kamis, pemerintah Saudi mendesak non-Muslim untuk menghormati bulan suci dengan menjauhkan diri dari makan, minum dan merokok di depan umum pada Sabtu (13/06/15), demikian dilansir dalam Arab News.

Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan pemberitahuan setiap tahun untuk memastikan bahwa orang-orang dari agama lain memahami dan mematuhi undang-undang negara. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan masalah hukum.

Bagi umat Islam, ramadhan adalah bulan pelatihan spiritual dimana mereka melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk lebih dekat dengan Allah. Tidak hanya menahan diri dari makanan dan minuman sertadan hubungan suami-istri selama siang hari, tetapi juga berusaha untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Bagi mereka yang kelebihan berat badan dan obesitas, bulan puasa dapat membantu untuk mengurangi berat badan, yang merupakan penyebab dari begitu banyak penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Beberapa ekspatriat non-Muslim di Saudi telah telah memahami tentang kewajiban agama islam terkait ibadah puasa dan mencapai beberapa pencerahan spiritual.

“Saya menganggap Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk pencetakan spiritual dengan mengendalikan keinginan duniawi saya. Ini adalah bulan dimana saya berlatih berpantang dari arogansi, kesombongan, bergosip, fitnah, mengutuk, tidak menghargai orang lain dan sejenisnya, “kata Saleh Bucay, salah satu non-Muslim yang ada di Saudi.

“Saya dengan rendah hati memohon kepada sesama ekspatriat non-puasa, agar selalu berhati-hati di bulan puasa ini. Hal ini sebagai tanda hormat, mereka harus menghindari makan atau minum di depan orang-orang yang berpuasa, terutama di tempat umum,” tambah Bucay.

Seorang pekerja Filipina, Neil Grajo, mengatakan bahwa ia ikut berpuasa pada tahun lalu untuk menurunkan berat badan, mengubah beberapa kebiasaan buruk, dan menunjukan rasa hormat untuk rekan-Muslim di tempat kerja.

“Ramadhan bisa menjadi kebiasaan baik untuk negara seperti Filipina,dimana merokok dan minum alkohol tersebar luas, kebiasaan buruk dan tidak bermoral ini tidak dapat diubah tanpa pelatihan fisik yang sebenarnya seperti ibadah puasa ini,” kata Grajo. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved