Meraih Kenikmatan Shalat Khusyu

Ada begitu banyak pikiran menumpuk di kepala tentang beban pekerjaan, masalah keuangan keluarga, tentang acara weekend, tentang rencana meeting

Meraih Kenikmatan Shalat Khusyu

SERAMBI UMMAH.COM - SHALAT adalah sebuah kewajiban yang mutlak bagi seorang Muslim. Mengapa demikian? Karena seluruh amal ibadah lainya seperti sedekah, puasa, zakat dan lain-lain, tidak akan berguna jika kita tidak melaksanakan shalat. Rasulullah bersabda, “Amal yang pertama-tama ditanyai Allah SWT pada hamba di hari kiamat nanti ialah amalan shalat. Bila shalatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila shalatnya ditolak akan tertolak pula seluruh amalnya.” (HR Ahmad, Abu Dawud)

Seperti sabda Rasulullah SAW diatas. Bila shalat kita ditolak akan tertolak juga seluruh amalan lainnya. Jadi, apa yang mesti kita lakukan agar ibadah kita tidak sia-sia. Tentunya kita perbaiki dulu shalat kita, apakah sudah baik atau belum. Berikut beberapa sebab shalat kita tidak khusyu.

Pertama, konsentrasi kita terpecah. Ada begitu banyak pikiran menumpuk di kepala tentang beban pekerjaan, masalah keuangan keluarga, tentang acara weekend, tentang rencana meeting, dan tentang beragam soal lainnya. Kita shalat, kita rukuk, dan kita sujud, sementara di kepala kita terus berputar-putar beraneka masalah itu. Secara fisik kita shalat. Tapi jiwa dan pikiran kita melayang kemana-mana.

Kedua, kita ingin cepat-cepat menyelesaikan shalat karena ada banyak “persoalan lebih penting” yang segera menunggu kita. Shalat yang hanya lima menit itu rasanya begitu lama. (padahal macet di jalanan sejam lebih itu sudah biasa). Karena terburu-buru, kita jadi terlalu cepat membaca surat dan bacaan shalat. Tidak tersisa lagi waktu untuk meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Tiada lagi tersisa ruang untuk perenungan jiwa.

Ketiga, cenderung enggan melakukan shalat. Ada sebagian orang yang masih menganggap shalat sebagai beban belaka. Menganggap shalat sebagai ritual yang hanya jadi beban. Karenanya mereka malas dan tidak bersemangat untuk melakukan shalat. Apalagi shalat dengan khusyu’. Bagi mereka, gambaran shalat sebagai media untuk membangun percakapan yang intim dengan Sang Ilahi, adalah sesuatu yang terasa begitu asing. Terasa begitu jauh.

Setelah kita memahami penyebab shalat kita menjadi tidak husyu, berikut beberapa kiat agar shalat kita menjadi lebih baik.

Pertama, fokuskan pikiran dan konsentrasi kita pada satu titik sentral keagungan dan kemuliaan Sang Ilahi. Cara yang relatif mudah untuk membangun kepasrahan kita pada Sang Ilahi adalah dengan membayangkan begitu banyak kenikmatan yang telah Dia berikan pada kita, pada oksigen yang kita hirup, pada keluarga yang menaungi kita, pada rezeki yang telah kita peroleh,pada kesehatan tubuh kita, pada limpahan air yang terus mengalir, dan jutaan kenikmatan lainnya. Merasakan begitu banyak kenikmatan hidup itu mestinya membuat kita mengucap syukur dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kepada Yang Maha Memberi.

Ya, rasa syukur yang terus mengalir itu harus selalu dilantunkan kepada begitu banyak nikmat yang telah kita rasakan. Dan shalat, adalah media yang paling ampuh untuk Menghatur Ya, rasa syukur yang terus mengalir itu harus selalu dilantunkan kepada begitu banyak nikmat yang telah kita rasakan. Dan shalat, adalah media yang paling ampuh untuk menghaturkan rasa syukur itu kepada Sang Ilahi.

Menjadikan shalat sebagai ritual untuk mengantarkan rasa syukur kepada Sang Ilahi atas begitu banyak karunia yang telah Dia limpahkan, akan membuat shalat kita menjadi lebih khusyu’ dan syahdu. Membayangkan limpahan karunia Ilahi yang terus mengalir pada kita, akan menumbuhkan rasa syukur. mengalir pada kita, akan menumbuhkan rasa syukur dan cinta yang mendalam pada Sang Ilahi. Kita malu dan “tidak enak hati” jika limpahan karunia itu tidak pernah kita sadari, tidak pernah sadari, tidak pernah kita pedulikan, dan tiada pernah kita balas dengan rasa terima kasih yang tiada terhingga.an, sekali lagi, melalui shalat kita langsung “berkomunikasi” dengan Sang Ilahi, untuk mengucap rasa untuk mengucap rasa terima kasih dan syukur atas segala limpahan karunia-Nya dalam kehidupan kita.

Kedua, pahami arti dan makna bacaan shalat. Innas sholaati, wanusuki, wamahyaya, wama maati lillahi rabbil ’alamiin. Laa syariikalahuu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimin Sesungguhnya shalatku, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya bagi Allah Tuhan sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang berserah diri (muslim).

Ketika membaca Bismillahirrohmanirahiim. Bayangkan dan rasakan betapa besar rasa kasih sayang Allah SWT pada kita semua. Ketika membaca Alhamdulillahir robbil alamiin…. bayangkan keagungan Allah SWT sang pencipta alam semesta. Ketika membaca Arrahmaanirrohiim bayangkan sifat kasih sayang Allah SWT yang meliputi alam semesta.

Dan yang terakhir, shalat berjema’ah di mesjid dengan tepat waktu. Kiat ketiga agar kita bisa shalat dengan khusyu’ adalah dengan cara shalat berjama’ah di mesjid dengan tepat waktu. Suasana mesjid yang sakral dan selalu dalam limpahan rahmat dari Allah SWT akan membantu kita untuk bisa shalat dengan khusyu’. Imam shalat berjama’ah di mesjid juga melakukan shalat dengan khusyu’ dan bacaan yang tartil. Itu juga akan mendorong kita untuk melakukan shalat dengan khusyu’ dan khidmat. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved