Berawal dari Nama, Saya Putuskan Memeluk Islam

Sebelum saya menjadi seorang muslim, orang selalu bertanya kepada saya tentang arti dari nama saya tersebut

Berawal dari Nama, Saya Putuskan Memeluk Islam

SERAMBI UMMAH.COM - NAMA saya Tarik Preston. Saya memeluk agama Islam pada tahun 1988 pada usia 19. Kisah tentang saya menjadi seorang muslim bukanlah cerita yang terlalu panjang. Saya merasa bahwa Allah terus membimbing saya menuju jalan yang diridhai-Nya.

Semuanya berawal dari nama saya. Saya diberi nama Tarik saat lahir. Di tahun 60-an, 70-an, dan bahkan 80-an. Pada saat itu sebagian orang Amerika senang memberikan nama-nama dari Afrika kepada anak-anak mereka.

Sebelum saya menjadi seorang muslim, orang selalu bertanya kepada saya tentang arti dari nama saya tersebut. Dan saya selalu menjawab dengan bangga artinya adalah, “Cahaya bintang yang menembus”. Kadang-kadang saya pun menambahkankan cerita Tariq bin Ziyad yang menaklukkan Spanyol dengan bangga.

Ironisnya, meskipun saya tahu banyak tentang arti dari nama saya dan cerita-ceritanya, namun pada saat itu saya tidak tahu tentang Islam. Saya mulai berpikir bahwa saya harus mempunyai jalan hidup yang benar. Saya berusaha untuk membaca Alkitab, tetapi agama Kristen mulai tidak masuk akal bagi saya.

Pada suatu hari, liburan musim panas saya habiskan di rumah nenek. Nenek saya adalah seorang kristiani. Saya terkejut ketika nenek saya berkata, “Nenek menyembah Tuhan dan nenek tidak menyembah Yesus, karena nenek merasa lebih aman menyembah Tuhan!” Pada saat itulah nenek menyarankan saya untuk tidak berdoa dengan nama Yesus lagi dan hanya berdoa kepada Tuhan.

Sejak saat itu setiap malam saya berdoa dan saya memutuskan untuk tidak lagi berdoa dengan nama Yesus, namun mengarahkan doa-doa saya hanya untuk Allah.

Saya mulai merasa bahwa saya butuh bimbingan dalam mengenal Tuhan saya. Saya berdoa kepada Tuhan agar memberikan petunjuk kepada saya.

Pada suatu hari saya beretemu dengan seseorang, ia bernama Ahmad. Kemudian saya bertanya kepadanya, “Apakah Anda seorang muslim?”

Dia tersenyum dan menjawab, “Iya. Apakah Anda seorang muslim juga?”

Aku menjawab, “Bukan, saya bukan seorang muslim.”

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved