Tariklah Nafas Panjang Menghadapi Anak-Anak Kita

Bergegas sang ibu menyiapkan air hangat untuk mandi si buah hati. Dan selanjutnya melakukan aksi tutup mulut untuk memperlihatkan bahwa ia masih marah

Tariklah Nafas Panjang Menghadapi Anak-Anak Kita

SERAMBI UMMAH.COM - Beberapa waktu silam, seorang teman berkunjung ke rumahku untuk silaturrahim. Diantara sekian banyak obrolan terselip curhatannya kepadaku tentang anaknya. Hatinya gundah akan kata-kata yang dilontarkan anaknya.

Ceritanya, pada suatu hari anaknya tidak kunjung pulang menjelang senja, padahal waktu itu sedang hujan deras. Cemas. Tentu saja, ibu mana yang tidak cemas. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya, pulanglah si anak dengan baju yang basah dan juga kotor penuh tanah. Sang ibu marah kepada anaknya. Mungkin sang ibu marah dengan “dahsyatnya”, sehingga begitu takutnya si anak pada ibunya, maka ketika sang ibu menjulurkan tangannya untuk membantu melepaskan bajunya yang kuyup, si anak serta merta mengangkat tangan melindungi tubuhnya, mengira akan dipukul. Untuk moment ini sang ibu juga terkejut.

Bergegas sang ibu menyiapkan air hangat untuk mandi si buah hati. Dan selanjutnya melakukan aksi tutup mulut untuk memperlihatkan bahwa ia masih marah. Rupanya si anak tidak tahan dengan aksi bisu sang ibu.

Si anak bertanya, ”Ummi masih marah?”

Dijawablah pertanyaan si anak dengan deheman. “HMMM!”

Si anak melanjutkan, ”Begitu aja marah, makannya kalau belum siap pakai jilbab, ga usah pake, mending belajar dulu.” (Alhamdulillah belum lama, atas hidayah-Nya, sang ibu dapat menutup auratnya secara sempurna)

Sang ibu terkejut dengan kata-kata anaknya. Pikirannya campur aduk. Dia tidak bisa marah atas “kelancangan” anaknya. Bisa jadi anaknya benar, pikirnya di satu sisi. Tapi, mentang-mentang pake jilbab, emang nggak boleh marah, pikirnya di sisi lain. Berlalulah malam itu dengan hati sang ibu yang dipenuhi kegelisahan. Tetapi kata-kata anaknya itu, cukup membuatnya merenung.

***

Mendengar ceritanya, aku tersenyum. Kemudian kutanyakan, ”Memang, kenapa ummi Daffa waktu itu sampai marah sama Daffa?”

“Ya, iyalah marah. Kitanya di rumah cemas nungguin, ga tahunya main bola. Trus pulang senyum-senyum kaya ga ada apa-apa. Diakan udah besar, udah 10 tahun, mustinya ngerti, udah dibilangin berulang kali jangan main hujan-hujanan, nanti sakit. Tetep nekad main hujan-hujanan.” Jawabnya.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved