Mengunjungi Muslim Long Telenjau

Untuk sampai ke lokasi, harus naik speedboat menuju Desa Long Telenjau yang memakan waktu 2,5 jam lebih.

Mengunjungi Muslim Long Telenjau

SERAMBI UMMAH - ADZAN Isya berkumandang di tanah Bulungan. Saya baru saja turun dari speedboat Tarakan-Bulungan. Bukan tanpa sebab kenapa malam baru tiba di ibu kota Kalimantan Utara itu. Esok pagi, perjalanan akan berlanjut ke hulu Sungai Kayang.

Untuk sampai ke lokasi, harus naik speedboat menuju Desa Long Telenjau yang memakan waktu 2,5 jam lebih.

“Itu jika lancar, kalau nanti kehabisan bensin di jalan, atau ada kendala, mungkin bisa sampai 3 – 4 jam,” ujar Luqman Kepala BMH Bulungan.

Masih banyak waktu untuk mencapai tempat terpencil ini. Namun rasanya, badan sudah merinding. Maklum, ini adalah kali pertama saya akan masuk wilayah pedalaman, guna mengunjungi aktivitas dai pedalaman yang dibina Hidayatullah.

Bertemu Dai Long Telenjau

Alam Sungai Kayang 4, nampaknya berbeda dengan Bulungan-Long Telenjau. Arus air Sungai Kayang terlihat jelas dan indah, sementara gelombang sedikit lebih keras. Bahkan beberapa kali speedboat yang saya tumpangi bergoyang keras akibat benturan ombak.

Berbeda dengan speedboat dari Tarakan-Bulungan, speedboat Bulungan-Long Telenjau ini lebih kecil yang hanya berkapasitas 7 penumpang. Jadi begitu mesin dibunyikan, ‘nahkoda’ langsung tancap gas. Saat itulah, speed terasa akan terbang bahkan seakan-akan mau terbalik. Karena begitu gas pertama badan speedboad bagian atas langsung naik seperti akan lepas landas.

Setelah dua jam lebih setia mendengar raungan mesin speedboad yang hanya beberapa puluh centimeter dari tempatku duduk, akhirnya tibalah saya di dermaga Desa Long Telenjau.

Kondisi dermaga ini jauh berbeda dengan pelabuhan Sungai Kayang di Tanjung (Bulungan). Ketika turun, saya harus melepas sepatu dan berpegangan pada speed agar tidak jatuh. Sebab, yang akan jadi pijakanku setelah ini adalah tanah berlumpur. Dengan terpaksa, celana panjangku pun harus dilipat tinggi-tinggi.

Itu belum selesai, mataku langsung menatap dan menyisir tebing sungai dengan derajat kemiringan nyaris 90 derajat.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved